Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
6 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
8 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
10 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
5
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
Metropolitan
23 jam yang lalu
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
6
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
11 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Home  /  Berita  /  PON

Ketua MAA: Nilai Budaya Aceh Sudah Mendunia

Ketua MAA: Nilai Budaya Aceh Sudah Mendunia
Ketua MAA Aceh, Badruzzaman Ismail saat menyampaikan Tupoksi MAA, di Aula Kantor MAA Kabupaten Aceh Singkil, Kamis (13/10/2016). [Helmi]
Jum'at, 14 Oktober 2016 21:06 WIB
Penulis: Helmi

SINGKIL - Aceh sangat kaya dengan nilai budaya yang mendunia. Termasuk nama ulama besar Syech Abdurrauf yang menjadi simbol pegangan Aceh dan sudah dibukukan hingga dikenal seluruh pemerintahan di dunia.

Hal itu dikatakan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Provinsi Aceh, Badruzzaman Ismail didampingi Kepala Sekretariat (MAA), Syaiba Ibrahim pada Pembinaan Visi, Misi Tugas Pokok (Tupoksi) MAA, yang berlangsung di Aula Kantor MAA Kabupaten Aceh Singkil, Kamis, (13/10/2016).

Bukti mendunianya nilai budaya Aceh ini, contohnya tari-tarian Aceh yang sudah pernah tampil di beberapa negara, misalnya Tarian Saman, Tari Ranup Lampuan, Seudati, Rapai Geleng dan Tari Tarek Pukat. "Aceh sejak dulu adalah multi cultural, namun tetap bisa dipersatukan,” kata Badruzzaman.

Badruzzaman juga menilai budaya Aceh adalah modal utama yang sudah berjalan sejak seratus tahun lalu. “Salah satu modal kebesaran Aceh yang mendunia adalah nama besar Syekh Abdurauf Al-Singkili,” ujarnya.

Editor:Yudi
Kategori:Voli, PON
wwwwww