Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
24 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
5 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
3
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
24 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
7 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
6
Pieter Huistra Sebut Lini Pertahanan PSS Sleman Masih Rapuh
Sepakbola
24 jam yang lalu
Pieter Huistra Sebut Lini Pertahanan PSS Sleman Masih Rapuh
Home  /  Berita  /  Badminton

Ihh Ngeri...Waduk Paya Jagat Bireuen Kini Banyak Ularnya

Ihh Ngeri...Waduk Paya Jagat Bireuen Kini Banyak Ularnya
Areal Waduk Paya Jagat, Gampong Seuleumbah, Cot Keutapang, Kecamatan Jeumpa, Bireuen perlu dinormalisasi, Jumat (14/10/2016). [Istimewa]
Jum'at, 14 Oktober 2016 21:21 WIB
Penulis: Joniful Bahri

BIREUEN - Waduk Paya Jagat di Gampong Seuleumbah, Cot Keutapang, Kecamatan Jeumpa, Bireuen kini kondisinya tidak terurus. Selain ditumbuhi semak belukar dan enceng gondok, banyak ditemukan binatang liar di sini.

Salah seorang warga, M. Diah mengatakan, waduk Paya Jagat yang luasnya mencapai puluhan hektare tersebut, merupakan peninggalan zaman Belanda. “Dulu sebagai tempat penyimpanan air bagi petani di kawasan Jeumpa. Belakangan kondisinya berubah. Sekarang malah menjadi tempat berkembang biaknya binatang seperti ular, biawak  dan hewan lainnya,” kata Diah kepada GoAceh, Jumat (14/10/2016).

Ia meneruskan, akibatnya, puluhan ternak seperti ayam dan bebek milik warga Gampong Seulembah dan Cot Keutapang  yang mendiami kawasan waduk itu, menjadi santapan binatang liar tersebut. “Seharusnya pemerintah daerah segera melakukan normalisasi waduk,” ujar Diah.

Anggota DPRK Bireuen, T. Mubarak yang dimintai tanggapannya mengharapkan,  waduk Paya Jagat segera dinormalisasi kembali. “Pemerintah setempat cepat menyahuti keluhan warga di kawasan itu,” pintanya.   

Selain digunakan untuk mengairi areal persawahan, waduk Paya Jagat  juga bisa dimanfaatkan sebagai lokasi wisata air. “Terlebih kondisi  panorama alamnya yang sangat indah dan berbukitan,” kata Mubarak.

Editor:Yudi
Kategori:PON, Badminton
wwwwww