Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
17 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
17 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
18 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
23 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
22 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
17 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Home  /  Berita  /  PON

IDI Kepulauan Meranti Sosialisasikan Lavitrap, Bahannya dari Limbah Tapi Manfaatnya Banyak

IDI Kepulauan Meranti Sosialisasikan Lavitrap, Bahannya dari Limbah Tapi Manfaatnya Banyak
Misri Hasanto (kiri) saat mempraktekkan pembuatan Lavitrap
Senin, 17 Oktober 2016 17:49 WIB
Penulis: Safrizal
SELATPANJANG - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mulai mensosialisasikan Lavitrap di Kepulauan Meranti. Lavitrap merupakan jebakan larva (jentik-jentik, red) untuk mengurangi resiko berbagai penyakit yang disebabkan nyamuk.

Dalam mensosialisasi Lavitrap ini, IDI menggandeng PMI, Legislatif, PMR, forum kesehatan dan pihak sekolah. Sosialisasi itu digelar di SMA N 1 Tebingtinggi, Kepulauan Meranti, Riau.

Sekretaris IDI Kepulauan Meranti dr H Misri Hasanto MKes mengatakan Lavitrap ini merupakan arahan dari IDI Pusat melalui IDI Riau untuk disosialiasikan di Kota Sagu. Pasalnya, Kepulauan Meranti merupakan daerah endermis demam berdarah, terlebih jaraknya dekat dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura.

Bahkan, korban yang menderita DBD bisa sampai 300an orang, serta yang paling menyedihkan tahun 2016 ini sudah 2 anak-anak di Kota Sagu meninggal dunia.

"Antisipasi DBD, kita sosialiasasikan gerakan massal 3M plus Lavitrap," kata Misri.

Dijelaskan Misri lagi, 3M memang masih merupakan cara efektif untuk memberantas nyamuk penyebab DBD. Namun, penggunaan abate dalam membunuh larva atau jentik-jentik pasti ada resiko pada kesehatan. "Yang namanya bahan kimia, pasti ada efek

Kategori:PON
wwwwww