Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
22 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
22 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
22 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
22 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
23 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Lewat Single "Cinta Baru", Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Hiburan
23 jam yang lalu
Lewat Single Cinta Baru, Briana Sukses Buka Perhelatan Jakarta Rocktober 2026
Home  /  Berita  /  Riau

Ini Pentingnya Peranan Perawat dalam Menekan Angka Bullying dan Sexual Abuse pada Anak di Bengkalis

Ini Pentingnya Peranan Perawat dalam Menekan Angka Bullying dan Sexual Abuse pada Anak di Bengkalis
Mewakili Bupati Bengkalis, Amril Mukminin, Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis, Mohammad Sukri membuka acara seminar keperawatan di hotel Marina Bengkalis.
Senin, 17 Oktober 2016 14:07 WIB
Penulis: Ira Widana
BENGKALIS - Ternyata selain berada digaris terdepan, perawat memiliki kontribusi nyata dan peranan penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk untuk menekan angka bulliying dan sexual abuse/kekerasan pada anak di wilayah Kabupaten Bengkalis.

Hal itu disampaikan Bupati Bengkalis, Amril Mukminin melalui Kepala Dinas Kesehatan Bengkalis, Mohammad Sukri dalam acara seminar keperawatan yang diselenggarakan PPNI Kecamatan Bantan, Minggu (16/10/2016) di hotel Marina Bengkalis.

"Masalah bullying dan sexual abuse/kekerasan pada anak ini bukan hanya sampai disini saja, harus disosialisasikan kepada masyarakat luas. Peranan perawat sangat penting dalam hal ini, karena perawat berhadapan langsung dengan masyarakat dalam menghadapi kasus-kasus di lapangan," kata Mohammad Sukri kepada GoRiau.com (GoNews Grup), Senin (17/10/2016).

Dijelaskannya, dengan banyak kasus bullying/kekerasan pada anak yang terjadi di sekolah maupun di lingkungan sering muncul namun kurang mendapat perhatian dari pihak sekolah, baik kepala sekolah, guru maupun orangtua.

"Padahal dampak dan trauma yang dialami akan terus berkepanjangan pada psikologis anak tersebut hingga masa depannya nanti. Dengan tema seminar kali ini 'Cara Cerdas Untuk Mencegah Bullying dan Sexual Abuse/Kekerasan pada Anak', perawat yang ada di Kabupaten Bengkalis dapat menjalankan peranan," ujarnya.

Yang harus diketahui bullying yang merupakan tingkah laku agresif, tanpa rangsangan, untuk mendominasi, menyakiti, menyerang, atau mengasingkan orang lain yang lebih lemah dibandingkan diri atau kelompoknya adalah salah satu cara menyalurkan agresi.

"Kecenderungan melakukan bullying secara fisik, verbal-emosional, dan sosial mungkin dianggap 'alamiah' dalam pengertian sangat terbatas, tetapi tidak dapat dielakkan hal itu bisa terjadi di sekolah, rumah, dan lingkungannya. Melalui sosialisasi yang disampaikan tenaga perawat, kasus ini dapat diminimalisir," terangnya lagi.

Dalam seminar itu, hadir juga pembicara Ns Agus Salim SKep dari RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau dan Ns Fitry Erlin MKep, Dosen Stikes Payung Negeri Provinsi Riau. Seluruh peserta seminar juga mendapat sertifikat PPNI 2 SKP. ***

Kategori:Riau, Voli
wwwwww