Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
9 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
8 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
8 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
9 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
12 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Umum

Jaringan Internet Masih 2G, Sekolah di Pesisir Inhil Hanya Bisa Masukan Data Pokok Pendidikan Pukul 02.00 WIB

Jaringan Internet Masih 2G, Sekolah di Pesisir Inhil Hanya Bisa Masukan Data Pokok Pendidikan Pukul 02.00 WIB
Siswa SMK An-Nur Kuala Selat masih sulit menggunakan jaringan internet karena masih menggunakan 2G.
Selasa, 18 Oktober 2016 19:39 WIB
Penulis: Rida Ayu Agustina
TEMBILAHAN- Letaknya yang berada di daerah pesisir, membuat Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Inhil, sangat kesulitan mendapatkan jaringan untuk berkomunikasi.

Hal itu, berdampak pada proses belajar mengajar di sekolah, dimana, untuk memasukan data pokok pendidikan (Dapodik), sekolah di sana hanya bisa melakukan pukul 02.00 WIB dini hari.

''Alhamdulillah, saat ini kami sangat bersyukur dengan adanya tower Telkomsel di Desa Kuala Selat, ini sangat membantu, mengingat kami yang berada jauh di pesisir,'' ujar salah seorang Kepala Sekolah di sana, Dani Sartika MM kepada GoRiau.com.

Meski sangat membantu, namun seiring dengan perkembangan zaman, dikatakannya internet sudah menjadi kebutuhan, karena semua program baik yang bersentuhan dengan desa dan sekolah sudah memakai sistem online.

''Untuk itu, kami daerah pesisir sangat berharap kepada pihak Telkomsel untuk bisa mengganti jaringan saat ini dari 2G menjadi 3G,'' lanjut Kepala SMK An-Nur itu.

Hal itu, dituturkannya untuk memudahkan pihak sekolah mengsinkronkan data Dapodik SD, SMP dan SMK.

''Menurut operator, untuk mensingkronkan data harus pukul 02.00 WIB, terkadang juga harus ke kecamatan karena lemahnya jaringan saat ini. Besar harapan kami pihak Telkomsel bisa memperhatikan kondisi jaringan saat ini. Karena kami berharap tahun 2018 kami bisa menyelenggarakan UN berbasis komputer,'' tukas Dani Sartika.***

Kategori:Umum
wwwwww