Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
18 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
20 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
21 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
18 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

Terkait Pernyataan Luhut, Komisi VII DPR: Jangankan Jonan-Archandra, Dia Juga Bisa di 'Buldoser' Mulutnya

Terkait Pernyataan Luhut, Komisi VII DPR: Jangankan Jonan-Archandra, Dia Juga Bisa di Buldoser Mulutnya
Selasa, 18 Oktober 2016 12:45 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR, Inaz Nasrullah mempertanyakan soal pernyataan Menteri Koordinator Kemaritiman Dan Sumber Daya, Luhut Binsar Panjaitan, yang akan "membuldozer" siapa saja yang menyerang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dan Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar.

Pernyataan Luhut tersebut, baginya adalah sebuah tamparan bagi DPR. Bahkan ia curiga kalau Luhut sebenarnya tidak paham dengan tugas DPR.

"Dia tau gak? salah satu tugas DPR adalah mengawasi sektor kementerian yang menjadi mitranya.Tentunya kita mahfum mengapa dia akan membuldozer siapapun yang akan menyerang duet Jonan-AT, karena bukankah selama ini sikapnya seperti bulldog? Yang namanya bulldog memang tidak pernah paham bahwa salah satu tugas DPR adalah mengawasi sektor kementerian yang menjadi mitranya," ungkapnya, Selasa (18/10/2016).

DPR kata dia, yang mengawasi tidak hanya sebatas mengkritisi, tapi juga mencari tahu bahkan sampai mengkorek keterangan dari siapapun untuk mendapatkan informasi.

"Bahkan DPR punya kewenangan untuk mengorek informasi dari mulut Luhut sendiri. Luhut lupa ketika masih menjabat Plt Menetri ESDM dan kemudian menghadiri Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, di saat dia menegur pimpinan rapat yang terhormat dengan mengungkapkan ketidaksenangannya dengan cara Komisi VII bertanya yang menurut Luhut seperti menginterogasi dirinya dan anak buahnya, maka tiba-tiba seseorang anggota Komisi VII, yakni Inas N. Zubir menginterupsi dengan membentak agar Luhut menarik kembali omongan-nya," tegasnya.

Karena itu, politisi Hanura ini mengharapkan agar kawan-kawannya di Komisi VII tidak perlu peduli dengan ancaman Luhut tersebut. "Jika Jonan-AT menghasilkan sesuatu yang baik dan bermanfaat untuk Indonesia serta jujur maka harus kita dukung, tapi jika tidak, ya disikat saja," pungkasnya. ***

wwwwww