Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
Sepakbola
15 jam yang lalu
Arema FC Luncurkan Program Inovatif Memeriahkan Hari Ulang Tahun
2
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
Olahraga
16 jam yang lalu
Waspadai Covid 19, Zohri Tiba di Jakarta, 12 Agustus 2020
3
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
Umum
17 jam yang lalu
BAZNAS Luncurkan Logo Peduli Covid-19
4
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
Olahraga
18 jam yang lalu
KONI Pusat Cek Kesiapan Semua Bidang PB PON XX Papua 2021
5
Azis Syamsuddin Minta Pemda Sumut dan BNPB Proaktif Bantu Warga Sinabung
DPR RI
18 jam yang lalu
Azis Syamsuddin Minta Pemda Sumut dan BNPB Proaktif Bantu Warga Sinabung
6
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Percepat Pemulihan Ekonomi, Menaker Minta Subsidi Upah Digunakan untuk Ini...
Home  /  Berita  /  GoNews Group

OJK: Dekat dengan Masyarakat, Lembaga Layanan Keuangan Bisa Entaskan Kemiskinan

OJK: Dekat dengan Masyarakat, Lembaga Layanan Keuangan Bisa Entaskan Kemiskinan
Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad
Kamis, 20 Oktober 2016 20:09 WIB
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad mengatakan, fenomena kedekatan layanan keuangan dengan masyarakat dinilai bisa mengentaskan kemiskinan.

''Di hampir setiap negara terdapat fenomena tersebut, hal ini juga sejalan dengan keinginan pemerintah dalam menyejahterakan rakyat, salah satunya yaitu dengan cara mendekatkan jarak antara layanan keuangan dengan masyarakat,'' kata Muliaman D Hadad di Hotel JS Luwasa, Kuningan, Jakarta, Kamis (20/10).

Muliaman menceritakan pengalamannya beberapa waktu lalu, saat dirinya ke Washington DC untuk melakukan pertemuan tahunan IMF dan bank dunia. Menurutnya, ternyata tema yang dibicarakan juga tidak jauh berbeda, yaitu berbicara tentang bagaimana mendorong industri keuangan menjadi inklusif, bukan eksklusif.

''Sebab kedekatan terhadap pembiayaan tersebut tidak lepas dari fasilitas pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya,'' katanya.

''Selama ini OJK terlibat banyak dalam mengkomunikasikan Tax Amnesty, saya termasuk yang ikut selalu keliling kota di Indonesia, bahkan di ajak ke luar negeri untuk mengkomunikasikan tentang manfaat dan bagaimana dampaknya sendiri bagi Industri Jasa Keuangan dan masyarakatnya sendiri,'' katanya menambahkan.

Menurutnya, ini merupakan tugas dan cita-cita pemerintah yang sangat bersinggungan dengan tugas-tugas OJK. ''Oleh sebab itu kami selalu intens, bagaimana mendekatkan layanan keuangan tersebut,'' ujarnya.

Baca Juga: OJK Dukung Penerbitan Sukuk Diaspora

Ia menyebutkan, jika ada jarak yang jauh antara modal itu akan susah, tapi jika jaraknya dekat orang-orang bisa berusaha, sehingga ketika seseorang bisa berusaha tentu dia akan terhindar dari kemiskinan, paparnya.

''Oleh karena itu akses keuangan dan terbukanya layanan keuangan yang luas harus terus digalakan. Khususnya di desa-desa, dan di pulau-pulau terpencil serta di daerah Indonesia bagian timur, menurut saya itu bisa lebih diprioritaskan,'' tandasnya.

Baca Juga: OJK Terus Dorong Inklusi Keuangan ke Pelosok Tanah Air

''Kampanye ini harus terus dilakukan, sebab belakangan ini pendekatan industri jasa keuangan kepada masyarakat sudah harus bisa merata ke seluruh lapisan, bukan hanya orang-orang terentu,'' tambahnya.

Sudah cukup menarik, saya usul mungkin bisa ditambahi sub judul supaya ada informasi yang lebih update, terkait suku bunga

Cost of fund turun

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad menilai saat ini ada peluang biaya dana atau cost of fund (cof) bank turun seiring dengan tingkat inflasi yang terkendali.

Baca Juga: OJK Promosikan Pasar Modal Syariah kepada PP Muhammadiyah

''Saya kira memungkinkan itu (biaya dana turun), dengan inflasi yang rendah kemudian juga tingkat bunga yang ditawarkan oleh bank-bank juga sekarang single digit,'' ujar Muliaman di Jakarta, Kamis.

Pada Kamis ini, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan tingkat suku bunga acuan. Apabila suku bunga acuan turun, industri perbankan diprediksi juga akan menurunkan suku bunga kreditnya.

Baca Juga: OJK Dorong Industri Daerah Manfaatkan Pasar Modal karena Dananya Mencapai Rp90 Triliun

Pada bulan lalu, BI menurunkan seluruh suku bunga acuannya. Suku bunga BI 7-Day Reverse Repo Rate turun sebesar 25 basis poins (bps) dari 5,25 persen menjadi 5 persen, suku bunga Deposit Facility turun 25 bps menjadi 4,25 persen dan Lending Facility turun 25 bps menjadi 5,7 persen. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:GoNews Group, Ekonomi, DKI Jakarta

wwwwww