Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
7 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
6 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
1 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
1 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Pujian Osmar Loss buat Mentalitas Pemain Dewa United FC
Sepakbola
1 jam yang lalu
Pujian Osmar Loss buat Mentalitas Pemain Dewa United FC
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
1 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Olympic

Satu Orang Meninggal, Masyarakat Diminta Waspada Siklus 5 Tahunan DBD di Pelalawan

Satu Orang Meninggal, Masyarakat Diminta Waspada Siklus 5 Tahunan DBD di Pelalawan
Ilustrasi
Kamis, 20 Oktober 2016 16:13 WIB
Penulis: Farikhin
PANGKALANKERINCI - Masyarakat perlu mewaspadai kasus Demam Berdarah Dengeu (DBD), apalagi sekarang Pelalawan sudah masuk dalam siklus 5 tahunan. Dikhawatirkan dalam siklus lima tahunan terjadi ledakan kasus DBD.

Seperti dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, dr Endid RP, melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), Khairul, Kamis (20/10/2016).

"Ya, sekarang Pelalawan sudah masuk pada siklus lima tahunan DBD," jelasnya kepada GoRiau.com (GoNews Group).

Lanjut Khairul, hal tersebut memang perlu diwaspadai. Mengingat tahun 2011 lalu pemerintah pernah menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB). "Masyarakat tak perlu takut, selama kita menjalankan 3M Plus," tegasnya.

Diungkapkan Khairul, Diskes melalui puskesmas terus melakukan imbauan kepada masyarakat untuk selalu rutin membersihkan lingkungan sekitar. "Tentunya, ini perlu keterlibatan semua pihak," ujarnya.

Pada dasarnya lanjut Khairul, dalam fogging yang mati adalah nyamuk dewasa, sedangkan untuk jentik nyamuk sendiri masih tetap hidup dan berkembang menjadi nyamuk dewasa.

Baca Juga: Diskes Pelalawan Pastikan Kasus DBD Menurun

"Terpenting, masyarakat tidak lupa melakukan 3M plus, yakni menutup, menguras, mengubur, dan meroteksi diri dari gigitan nyamuk," pungkasnya.

Siklus lima tahunan DBD di Kabupaten Pelalawan, diketahui satu orang meninggal dunia akibat DBD tersebut. BDD merenggut nyawa putri kelima H Husni Thamrin, Zaskia Talita, setelah tiga hari di rawat di RS Awal Bros Pekanbaru, Rabu (19/10/2016).(***)

Kategori:Olympic
wwwwww