Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
20 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
24 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
21 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Genjot Industri Pariwisata Kota Padang, Bentuk Bangunan Kota Tua Tetap Dipertahankan

Genjot Industri Pariwisata Kota Padang, Bentuk Bangunan Kota Tua Tetap Dipertahankan
Bangunan tua di Kota Padang. (Humas)
Minggu, 23 Oktober 2016 08:58 WIB

PADANG - Kawasan kota tua (herritage) di Kota Padang terdapat di pinggir Batang Arau. Kawasan ini termasuk ke dalam Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Gunung Padang. Pemerintah Kota Padang bertekad kawasan kota tua menjadi ikon sejarah peninggalan bagi Kota Padang.

"Bangunan yang ada di sepanjang pinggir Batang Arau tetap dipertahankan seperti bentuk aslinya," terang Walikota Padang H. Mahyeldi Ansharullah Dt Marajo, Kamis (20/10/2016) kemarin.

Disebutkannya, Padang telah memiliki dokumentasi kondisi awal kawasan kota tersebut. Dokumentasi itu diperoleh melalui dua negara yang pernah menjajah Indonesia yakni Jepang dan Belanda.

"Ini akan menjadi pedoman kita dalam penataan kawasan tersebut," papar walikota.

Sementara itu, Pemko Padang akan memperkuat promosi Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Gunung Padang dan kawasan Mandeh Pesisir Selatan ke dunia internasional.

"Beberapa waktu lalu Badan Koordinasi Penanaman Modal telah datang melihat potensi pariwisata pantai yang ada di Padang, ini bersama kegiatan lainnya menjadi salah satu bentuk penguatan promosi," tambah Mahyeldi.

Dia menyebutkan upaya promosi ini terus digalakkan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan banyak instansi dan masyarakat. Seperti menjadi tuan rumah berbagai ajang internasional yang dipusatkan di pantai serta kegiatan rutin masyarakat seperti senam, bersih pantai dan peduli wisata. Selain itu beberapa instansi di luar Padang datang berkunjung dan menjanjikan promosi ke luar negeri.

"Seperti yang dilakukan BKPM RI beberapa waktu lalu yang menjanjikan akan promosi wisata Padang di jazirah Arab," tambahnya.

Untuk mendukung penguatan ini katanya, pihaknya terus membenahi infrastruktur di kawasan wisata tersebut. Khusus kota Padang hanya hingga Bungus dan selanjutnya bekerja sama dengan Pesisir Selatan atau kawasan Mandeh.

Untuk kawasan wisata terpadu di Padang sebutnya, beberapa fasilitas sedang ditambah seperti pedestrian, pemecah ombak, diorama di jalur sekitar pantai Padang hingga Gunung Padang.

Kemudian pengembangan ekonomi pariwisata di sekitar Pantai Muaro Lasak, Pantai Cimpago dan Aia Manih. Selain itu untuk lebih meningkatkan promosi pihaknya juga bekerja sama dengan berbagai media massa dalam menggali dan memunculkan potensi wisata di Padang.

"Diharapkan ke semua upaya ini menjadikan Padang sebagai salah satu kota wisata dunia sebagaimana Denpasar atau Bandung," ujar Mahyeldi. (Charlie)

Editor:Calva
Kategori:Ekonomi, Voli
wwwwww