Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
17 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
17 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
10 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
19 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
6
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
19 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Home  /  Berita  /  Badminton

Jaga Stabilitas Investasi, APINDO: Pemerintah Harus Batasi LSM Asing

Jaga Stabilitas Investasi, APINDO: Pemerintah Harus Batasi LSM Asing
ilustrasi
Selasa, 25 Oktober 2016 19:45 WIB
JAKARTA - Pemerintah Indonesia diminta tegas membatasi aktivitas LSM asing terkait iklim usaha perkebunan kelapa sawit seperti sudah dilakukan oleh India, Rusia dan Cina. Kampenye negatif yang kerap dikemukakan LSM asing pada industri kelapa sawit nasional dikhawatirkan nantinya dapat mengganggu stabilitas ekonomi dan investasi di Indonesia.

Demikian diungkapkan Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Hariyadi Sukamdani, Selasa (25/10). "Semua usaha kelapa sawit nasional melaksanakan sustainability (keberlanjutan) berdasarkan regulasi nasional," ujar Hariyadi.

Menurut Hariyadi, kampanye hitam yang dilakukan LSM asing terhadap industri kelapa sawit nasional dilakukan secara serabutan dan menggunakan data yang dicampur antar resmi dan tak jelas kebenarannya.

"Intinya mereka mengambil data yang negatif untuk memojokkan industri kelapa sawit nasional," Hariyadi menuturkan.

Hariyadi menyarankan ke pemerintah agar memiliki persepsi yang sama mengenai kampanye hitam industri kelapa sawit nasional, melalui agen yang dilakukan LSM asing, sebagai pertarungan kepentingan dagang di level global.

Selanjutnya, pemerintah juga disarankan untuk mencari dan menerapkan instrumen perdagangan sehingga mampu melawan negara lain yang memberlakukan trade barrier terhadap industri kelapa sawit.

"Misalnya Indonesia harus mengurangi impor barang dari negara penentang kelapa sawit lalu menggantinya dari negara pembeli produksi kelapa sawit Indonesia. Pemerintah juga harus berani menerapkan kebijakan imigrasi kepada oknum yang menggunakan visa turis tapi bekerja sebagai LSM asing," ucap Hariyadi.

Hingga saat ini APINDO, menurut Hariyadi, kampanye negatif yang dilakukan LSM asing terhadap industri kelapa sawit nasional belum berpengaruh terhadap produktivitas hasil. APINDO mengimbau agar pemerintah tetap bertindak sesuai kedaulatan Indonesia tanpa terpengaruh kampanye hitam LSM asing.

"Iklim investasi untuk industri pengolahan kelapa sawit sampai kini juga masih kondusif," ujar Hariyadi.

Baca Juga: LSM Mighty Dianggap tak Paham Kondisi Hutan Papua

Salah satu bentuk kampanye hitam yang dilontarkan LSM asing belum lama ini seperti dilakukan oleh Mighty. LSM Mighty menuding bahwa pengelolaan perkebunan kelapa sawit menjadi penyebab kebakaran hutan di Papua pada tahun lalu.

Berdasarkan penelusuran di laman resmi LSM Mighty maupun media sosial, diketahui organisasi tersebut dibentuk oleh Center for International Policy dan bekerjasama dengan Waxman Strategies, sebuah konsultan politik besutan Henry Waxman mantan Senator Amerika Serikat.

Data yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri terkait jumlah dan nama resmi LSM asing yang beraktivitas di Indonesia, ternyata nama LSM Mighty tidak termasuk LSM asing yang terdaftar secara resmi beroperasi di Indonesia. (rls)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Badminton, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww