Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
22 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
15 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
14 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
15 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
22 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Home  /  Berita  /  PON

Seni Budaya Geudeu-geudeu di Pidie Hampir Punah

Seni Budaya Geudeu-geudeu di Pidie Hampir Punah
Warga Pidie saat bermain geudeu-geudeu beberapa waktu yang lalu. [Amiruddin]
Rabu, 26 Oktober 2016 11:02 WIB
Penulis: Amiruddin
SIGLI - Adat budaya geudeu-geudeu asal Kabupaten Pidie, kini hilang tak berbekas yang biasanya hadir setiap usai musim panen. Selain geudeu-geudeu juga seni meugrop atau rapa'i geurimpheng juga hampir punah.

Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupeten Pidie, Tarmizi Ismail, kepada GoAceh, Rabu (26/10/2016) mengatakan, hal itu tidak bisa didiamkan saja mengingat dua adat budaya tersebut berasal dari Kabupaten Pidie dan sangat digemari oleh masyarakat Pidie itu sendiri.
 
Geudeu-geudeu merupakan adat yang menyerupai permainan olah raga yudo atau gulat, akan tetapi perbedaan geudeu-geudeu hanya pemainnya agak ramai. "Kami berupaya untuk melakukan seminar atau sosialisasi kepada masyarakat," jelasnya.
 
Tak hanya itu kata Tarmizi, hampir semua budaya Aceh dan Pidie khususnya mulai hilang di belantikan seni Aceh, seperti seudati, meurukon, seumapa dan banyak lainnya. Tentu saja merupakan tugas pemerintah juga MAA untuk melestarikan kembali budaya tersebut, sehingga generasi saat ini tahu adat budayanya.
 
Seperti melalui seminar atau Pedir Raya Festifal (PRF), yang dua tahun sekali digelar. "Harapan saya pada Pedir Raya ke dua nanti kita akan tampilkan semua budaya Pidie," paparnya.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:PON
wwwwww