Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gus Jazil Dorong Kemandirian Santri lewat Pertanian Porang
Ekonomi
10 jam yang lalu
Gus Jazil Dorong Kemandirian Santri lewat Pertanian Porang
2
Tino-Mustamsikin Siap Bangkitkan Ekonomi Kendal Lewat Barista dan Industri Kopi
Peristiwa
11 jam yang lalu
Tino-Mustamsikin Siap Bangkitkan Ekonomi Kendal Lewat Barista dan Industri Kopi
3
PBFI Sumut Manjakan Atlet Binaraga Lewat Safari Road Show
Olahraga
23 jam yang lalu
PBFI Sumut Manjakan Atlet Binaraga Lewat Safari Road Show
4
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
MPR RI
3 jam yang lalu
Ikatan Pelajar Putri NU Diminta jaga Budaya Nusantara dari Rongrongan Drama Korea
5
Menginap di Hotel bersama Pacar, Mahasiswi Terjun dari Lantai 4
Peristiwa
22 jam yang lalu
Menginap di Hotel bersama Pacar, Mahasiswi Terjun dari Lantai 4
6
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
Kesehatan
4 jam yang lalu
Jateng Jadi Biang Kerok Covid-19 di RI Meledak & Cetak Rekor
Home  /  Berita  /  Umum
Bangun Ekonomi Umat

MUI Medan Ajak Berbelanja di Kedai Muslim

MUI Medan Ajak Berbelanja di Kedai Muslim
Logo Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Istimewa/eramuslim.com)
Kamis, 27 Oktober 2016 19:11 WIB
Penulis: Bambang Edi Susilo
MEDAN – MUI Medan mendorong dan mengajak umat muslim untuk membangun ekonomi umat melalui program belanja di kedai muslim.

Hal ini terungkap dalam kegiatan Muzakkarah yang membahas masalah, ‘Ekonomi dan Zakat’, beberapa waktu lalu di Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan.

Muzakkarrah yang dibuka ketua MUI Medan, diwakili oleh Dr. Hasan Ma’sum, Mag. Masri Sitanggang, selaku pemateri membawakan judul, “Bangkit, Bertarung, di Gelanggang Ekonomi”. Kata ‘Bertarung’ memiliki alasan tersendiri baginya. Menurutnya, agar umat Islam dapat menanamkan dalam jiwanya, jiwa seorang pertarung, "Bertarung. Mata-kata ini perlu ditancapkan di hati kita,” ujarnya.

Masri juga mengatakan, alam semesta ini sudah dikendalikan oleh perekonomian. Untuk itu, umat Islam harus berjuang lewat ekonomi.

“Sekarang dunia ini dipegang oleh orang yang mampu mengakses ekonomi. Idealnya kita umat terbaik, namun faktanya posisi umat Islam di negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia, kini justru termarjinal dalam bidang politik dan ekonomi," ungkapnya.

Ekonomi umat Islam, katanya, akan tersingkirkan jika umat muslim tidak sanggup bersaing. Ia mengimbau umat Islam harus kaya, agar bisa berjihad di jalan-Nya.

“Harta kekayaan sebagai kekuatan dan kita harus kaya, bagaimana jihad kalau tidak ada harta. Salah satu budaya yang mendasar adalah budaya wirausaha yang belum terbangun dengan baik,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa membangun kekuatan ekonomi dengan menjadi wirausaha. “Mengorganisasi para usahawan muslim sehingga menjadi sebuah kekuatan ekonomi sekaligus kekuatan massa,” tuturnya.

Dia juga berpesan agar umat Islam harus membantu para pedagang muslim dengan cara mengutamakan berbelanja di kedai muslim. Dengan begitu, umat Islam bisa saling membantu. “Utamakan berbelanja di kedai muslim. Stop berbelanja di toko Non Muslim,” tegasnya.  

Editor:Arif
Kategori:Ekonomi, Umum
wwwwww