Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
14 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
13 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
8 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
8 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
8 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
9 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Home  /  Berita  /  PON
Bangun Ekonomi Umat

MUI Medan Ajak Berbelanja di Kedai Muslim

MUI Medan Ajak Berbelanja di Kedai Muslim
Logo Majelis Ulama Indonesia (MUI). (Istimewa/eramuslim.com)
Kamis, 27 Oktober 2016 19:11 WIB
Penulis: Bambang Edi Susilo
MEDAN – MUI Medan mendorong dan mengajak umat muslim untuk membangun ekonomi umat melalui program belanja di kedai muslim.

Hal ini terungkap dalam kegiatan Muzakkarah yang membahas masalah, ‘Ekonomi dan Zakat’, beberapa waktu lalu di Aula Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan.

Muzakkarrah yang dibuka ketua MUI Medan, diwakili oleh Dr. Hasan Ma’sum, Mag. Masri Sitanggang, selaku pemateri membawakan judul, “Bangkit, Bertarung, di Gelanggang Ekonomi”. Kata ‘Bertarung’ memiliki alasan tersendiri baginya. Menurutnya, agar umat Islam dapat menanamkan dalam jiwanya, jiwa seorang pertarung, "Bertarung. Mata-kata ini perlu ditancapkan di hati kita,” ujarnya.

Masri juga mengatakan, alam semesta ini sudah dikendalikan oleh perekonomian. Untuk itu, umat Islam harus berjuang lewat ekonomi.

“Sekarang dunia ini dipegang oleh orang yang mampu mengakses ekonomi. Idealnya kita umat terbaik, namun faktanya posisi umat Islam di negeri berpenduduk muslim terbesar di dunia, kini justru termarjinal dalam bidang politik dan ekonomi," ungkapnya.

Ekonomi umat Islam, katanya, akan tersingkirkan jika umat muslim tidak sanggup bersaing. Ia mengimbau umat Islam harus kaya, agar bisa berjihad di jalan-Nya.

“Harta kekayaan sebagai kekuatan dan kita harus kaya, bagaimana jihad kalau tidak ada harta. Salah satu budaya yang mendasar adalah budaya wirausaha yang belum terbangun dengan baik,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa membangun kekuatan ekonomi dengan menjadi wirausaha. “Mengorganisasi para usahawan muslim sehingga menjadi sebuah kekuatan ekonomi sekaligus kekuatan massa,” tuturnya.

Dia juga berpesan agar umat Islam harus membantu para pedagang muslim dengan cara mengutamakan berbelanja di kedai muslim. Dengan begitu, umat Islam bisa saling membantu. “Utamakan berbelanja di kedai muslim. Stop berbelanja di toko Non Muslim,” tegasnya.  

Editor:Arif
Kategori:Ekonomi, PON
wwwwww