Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
23 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
2
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
23 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
23 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
23 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
5
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
5 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
6
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
23 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Home  /  Berita  /  Badminton

Akom Minta Elit Politik Menahan Diri, Taufik Kurniawan: Semuanya Diserahkan Kepada Itikad Politik Masing-Masing

Akom Minta Elit Politik Menahan Diri, Taufik Kurniawan: Semuanya Diserahkan Kepada Itikad Politik Masing-Masing
Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan.
Rabu, 02 November 2016 17:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Taufik Kurniawan buka suara menanggapi komentar Ketua DPR RI, Ade Komarudin alias Akom yang meminta elit politik tidak ikut berdemo pada Jumat (4/11/2016) mendatang.

Tanggapan tersebut diutarakan Taufik menyusul Politisi Golkar tersebut meminta elit Politik supaya menahan diri dengan tidak ikut berdemo.

"Begini saya dulu pun ikut demo di undang-undang desa, saya ke depan dengan Pak Marzuki Alie. Kemudian di undang-undang guru dengan Pak almarhum Sulistyo tetapi di situ pimpinan DPR dalam kaitan diminta oleh delegasi perwakilan demonstrasi untuk menemui, paham ya!," ujar Taufik di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (2/11/2016).

Menurut Taufik, tidak ada yang melarang siapapun untuk demo tetapi semuanya diserahkan kepada itikat politik dari masing-masing orang perorang.

"Apakah mau ikut demo jalan ? Apakah mau menerima delegasi dan kemudian memberikan tatap muka dengan demonstran itu lain atau kemudian kita memberikan tampungan aspirasi dengan menjadi aspirasi masyarakat juga bisa juga," jelasnya.

Dengan demikian Taufik menghimbau semua pihak untuk menjaga diri. Sebab negara manapun dalam sekejab kalau tidak menghargai prinsip kekuatan bersama-sama dalam NKRI, tentunya hal ini menyangkut sesuatu yang sangat sensitif.

"Sehingga tentunya keterbukaan dan transparansi yang diinginkan oleh sebagian besar tadi masyarakat tentunya itu harus diikuti dan diimbangi dengan barangkali transparansi proses secara terbuka kepada publik," pungkasnya. ***

wwwwww