Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
11 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
12 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
8 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
14 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
12 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Riau

Modus Dana Hibah untuk Pesantren, Seorang Penipu Ki Bagus Ariodiningrat Sedot Uang Pensiunan ASN di Pekanbaru senilai Rp160 juta

Modus Dana Hibah untuk Pesantren, Seorang Penipu Ki Bagus Ariodiningrat Sedot Uang Pensiunan ASN di Pekanbaru senilai Rp160 juta
Ilustrasi (internet)
Rabu, 02 November 2016 13:43 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Meiti Harni (61) menjadi korban penipuan oleh seseorang yang mengaku sebagai Ki Bagus Ariodiningrat penerima dana hibah untuk pondok pesantren Telogo Sukmo di Yogyakarta, senilai Rp160 juta.

Kasus dugaan penipuan yang dialami pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) itu berlangsung pada Sabtu (10/9/2016) silam. Saat itu, sekitar pukul 10.56 WIB, korban mendapat telepon dari pelaku yang mengaku dari pesantren tersebut.

Sempat berbincang beberapa saat, korban yang termakan rayuan pelaku, langsung pergi ke Anjungan Tunai Mandiri (ATM) BNI 46, jalan HR Soebrantas, Kecamatan Tampan, Pekanbaru.

Tanpa sadar, korban mentransfer uang kerekening pelaku dengan nilai mencapai Rp160 juta. Dimana alasan pelaku untuk dihibahkan ke pesantren Telogo Sukmo yang berada di Yogyakarta.

Setelah dicek, ternyata pesantren tersebut fiktif dan karena merasa tertipu, korban membuat laporan ke Polresta Pekanbaru dengan harapan pelaku tertangkap dan uangnya kembali.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Ariyanto saat dikonfirmasi, membenarkan adanya laporan terkait dugaan penipuan online tersebut dan saat ini pelakunya sedang diselidiki.

"Kita sudah amankan bukti transfer korban kerekening pelaku sebagai barang bukti, sedangkan nomor pelaku sudah tidak aktif lagi. Kasusnya masih kita selidiki dulu," ujar Kasat kepada GoRiau.com (GoNews Grup) melalui selularnya, Rabu (2/11/2016) siang.***

Kategori:Beladiri, Riau
wwwwww