Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
16 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
10 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
9 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
10 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
10 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
15 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Badminton

Neta S Pane: Amankan Demo dengan Bersorban, Polri Jangan Lebay

Neta S Pane: Amankan Demo dengan Bersorban, Polri Jangan Lebay
Ratusan Polisi Bersurban saat apel pengamanan Pilkada di Monas. (istimewa)
Rabu, 02 November 2016 22:58 WIB
JAKARTA - Indonesia Police Watch (IPW) mengecam keras rencana Polri yang akan menurunkan aparat kepolisian berjubah dan bersorban dalam pengamanan aksi demo 4 November nanti.

"Dalam situasi apapun Polri jangan lebay dan harus mampu menjaga profesionalismenya serta harus proporsional. Artinya, sesuai SOP, dalam menjaga keamanan Polri hanya bisa melakukan keamanan terbuka dengan pakaian seragam dan pengamanan tertutup dengan pakaian preman," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane,  Rabu (2/11/2016).

Dia menegaskan tidak ada ketentuan anggota Polri diperbolehkan mengenakan jubah dan sorban dalam menjaga keamanan. Sebab anggota Polri bukanlah aparat keagamaan tertentu.

"Ini akan merusak bangsa Indonesia ke depan," ujarnya.

Rencana Polri menurunkan polisi berjubah dan bersorban semakin mantap setelah dilakukan gelar pasukan di Monas. Hal ini justru dinilainya semakin menunjukkan bahwa Polri seakan mengakomodir isu SARA dalam aksi demo 4 November.

Neta menekankan, Polri seharusnya tetap berwawasan negara kesatuan Indonesia, yang profesional dan proporsional serta jangan diseret-seret ke dalam isu maupun konflik SARA. Polri juga semestinya tidak terjebak ke dalam warna agama tertentu. Kalau Polri larut dalam isu tersebut, dia yakin internal Polri akan terpecah dengan isu dan konflik SARA.

Ada kesan Polri dalam menyikapi isu demo 4 November, sangat grogi dan kebingungan. Hal ini ditandai, menurut dia, dengan adanya perintah tembak di tempat dan pakai rok bagi polisi yang abai, meski kemudian pernyataan itu dibantah. Sekarang muncul polisi bersorban.

"Padahal, hal itu akan sangat merugikan Polri, apalagi jika polisi yang berjubah dan bersorban itu menjadi korban, jika terjadi bentrok. Untuk itu IPW mendesak agar Polri membatalkan rencananya untuk menurunkan polisi berjubah dan bersorban. IPW tetap berharap Polri tetap profesional dan proporsional dan jangan lebay," tegas Neta. rls

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww