Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
21 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
14 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
15 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
14 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
15 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
14 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Badminton

Keras..! Tokoh Betawi Ridwan Saidi Ikut Turun Aksi dan Serukan "Ahok Hukum Mati"

Keras..! Tokoh Betawi Ridwan Saidi Ikut Turun Aksi dan Serukan Ahok Hukum Mati
Ridwan Saidi saat turun Aksi. (Muslikhin/GoNews)
Jum'at, 04 November 2016 13:07 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Tokoh masyarakat Betawi yang terkenal selalu vokal, turut turun bergabung dengan ratusan ribu ummat Islam yang menggelar aksi "Bela Islam Jilid II" guna menuntut pemerintah segera memproses serta menghukum Ahok atas pernyataanya yang dianggap sudah menistakan agama dan melecehkan Al Quran.

Dari pantauan GoNews.co, Ridwan Saidi dengan lantang menyuarakan "Ahok Hukum Mati" yang disertai sambutan takbir dari massa yang mengikutinya.

"Kita akan terus suarakan ini sampai Ahok dihukum mati. Ahok Hukum Mati...Allahu Akbar..," teriak Saidi dengan mengacung-acungkan tanganya.

Menurut Saidi, aksi damai kali ini memang harus berjalan damai dan berharap pemerintah Jokowi-JK bersama Kapolri tegas mengadili Ahok.

"Kalau aksi damai ini tidak ditanggapi, jangan salahkan jika nanti akan ada aksi susulan yang lebih besar. Kita ummat Islam sudah cukup sabar, jadi mohon para penguasa negeri ini, buka mata buka telinga dengarkan aspirasi jutaan ummat Islam di Indonesia," pungkasnya. ***

wwwwww