Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
23 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
17 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
17 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
16 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Badminton

13 Jam Tuntut Ahok Dihukum, Ribuan Ummat Islam Belum Bergeming dari Gedung DPR/MPR

13 Jam Tuntut Ahok Dihukum, Ribuan Ummat Islam Belum Bergeming dari Gedung DPR/MPR
Massa aksi Bela Islam tetap bertahan di depan Gedung DPR. (Muslikhin/GoNews)
Sabtu, 05 November 2016 01:19 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Aksi menuntut Ahok dihukum oleh ribuan ulama, santri dan ormas pada hari ini Jumat (4/11/2016), terhitung sejak pukul 13.00 WIB sampai saat ini pukul 01.02 WIB, sudah 13 jam lamanya. Namun seakan tak peduli dengan larutnya malam, massa masih tetap berorasi di depan Gedung DPR/MPR Jakarta, Sabtu (5/11/2016) dinihari.

Dari seruan-seruan orator, para peserta aksi, tetap menuntut Presiden Joko Widodo tegas memprintahkan Polisi mengadili Ahok. Namun hingga saat ini kata mereka, Presiden tetap tidak tegas dan terkesan melindungi Ahok.

"Kami tidak akan bergerak, kalau tidak ada kepastian untuk kami. Presiden Jokowi bahkan menuduh kalau kita melakukan aksi karena ditunggangi kepentingan politik, saya tanya apakah kalian dibayar? Saya datang dari Banjarmasin pakai uang sendiri Presiden," teriak orator asal Banjarmasin.

Hal yang sama juga diungkapkan orator asal Lampung. Bahwa dirinya sebagai orang Lampung, merasa malu ketika warganya datang, tapi Jokowi dan Ketua MPR Zulkifli Hasan yang asli Lampung tapi tidak menghargainya.

"Jangan salahkan kami jika nanti pak Zulkifli tidak kami pilih lagi. Untuk itu tegaslah pak, begitu juga dengan Presiden Jokowi, anda menghina ulama, anda tidak menghargai ulama," ujarnya. ***

wwwwww