Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
19 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
13 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
13 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
14 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
13 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Badminton

Pedemo Ingin Menginap di Gedung DPR, Kapolda Metro: Tidak Boleh!

Pedemo Ingin Menginap di Gedung DPR, Kapolda Metro: Tidak Boleh!
Kapolda Metro Jaya, saat menemui pengunjuk rasa. (istimewa)
Sabtu, 05 November 2016 01:42 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M Iriawan mengunjungi para pedemo yang berada mengadakan aksi di depan Gedung DPR dari dalam kawasan gedung. Kapolda menegaskan mereka tidak diperkenankan untuk menginap di dalam kawasan Gedung DPR.

"Tidak boleh!," tegas Iriawan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016)."Itu ada batas orasi, sudah ada sampai depan pagar," lanjutnya.

Dirinya mengatakan penambahan personel yang disiagakan di sekitar kompleks parlemen tersebut bersifat situasional. 15 Satuan Setingkat Kompi (SSK) TNI-Polri saat ini dirasa cukup untuk untuk mengamankan Gedung Senayan. 1 SSK berjumlah sekitar 100 personel.

"Pengamanan kalau perlu nanti ditambah," katanya.Sebelumnya, Para pedemo yang berada di depan Gedung DPR memaksa untuk masuk ke dalam gedung. Mereka mengancam akan tetap berada di depan Gedung DPR hingga tuntutan mereka terpenuhi.

Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab yang memimpin para pedemo meminta untuk bisa masuk ke Gedung DPR. Rizieq mengatakan bahwa Gedung DPR adalah rumah rakyat, sehingga mereka memiliki hak untuk masuk.

"Buka pintu gerbang agar rakyat masuk ke rumahnya. Kalau dibukakan dengan damai, kami juga akan damai. Untuk berdamai di lingkungan rumah rakyat dan bangsa," tegas Rizieq di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016) dinihari. ***

Sumber:Detik.com
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww