Pedemo Ingin Menginap di Gedung DPR, Kapolda Metro: Tidak Boleh!
![]() |
| Kapolda Metro Jaya, saat menemui pengunjuk rasa. (istimewa) |
Penulis: Muslikhin Effendy
"Tidak boleh!," tegas Iriawan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016)."Itu ada batas orasi, sudah ada sampai depan pagar," lanjutnya.
Dirinya mengatakan penambahan personel yang disiagakan di sekitar kompleks parlemen tersebut bersifat situasional. 15 Satuan Setingkat Kompi (SSK) TNI-Polri saat ini dirasa cukup untuk untuk mengamankan Gedung Senayan. 1 SSK berjumlah sekitar 100 personel.
"Pengamanan kalau perlu nanti ditambah," katanya.Sebelumnya, Para pedemo yang berada di depan Gedung DPR memaksa untuk masuk ke dalam gedung. Mereka mengancam akan tetap berada di depan Gedung DPR hingga tuntutan mereka terpenuhi.
Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab yang memimpin para pedemo meminta untuk bisa masuk ke Gedung DPR. Rizieq mengatakan bahwa Gedung DPR adalah rumah rakyat, sehingga mereka memiliki hak untuk masuk.
"Buka pintu gerbang agar rakyat masuk ke rumahnya. Kalau dibukakan dengan damai, kami juga akan damai. Untuk berdamai di lingkungan rumah rakyat dan bangsa," tegas Rizieq di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016) dinihari. ***
| Sumber | : | Detik.com |
| Kategori | : | Badminton, Olympic, Voli, DKI Jakarta |













