Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
20 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
24 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
20 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  PON

Gatot Nurmantyo Memilih Jadi Tumbal Menjaga Bhinneka Tunggal Ika, daripada Jadi Presiden

Gatot Nurmantyo Memilih Jadi Tumbal Menjaga Bhinneka Tunggal Ika, daripada Jadi Presiden
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, usai menjadi nara sumber di salah satu stasiun televisi swasta di Jakarta Barat, Rabu malam (2/11/2016). TRIBUNNEWS.COM/PUSPEN TNI
Rabu, 09 November 2016 09:32 WIB

JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan dirinya tidak bernafsu menjadi presiden.

Sebagai prajurit TNI dengan presiden sebagai panglima tertinggi, Gatot mengaku selalu siap menjalankan perintah Presiden Joko Widodo.

Hal itu diungkapkan Jenderal Gatot dalam acara Indonesia Lawyers Club yang ditayangkan stasiun televisi swasta, Selasa (8/11/2016) malam.

Awalnya pembawa acara Karni Ilyas menyebut Gatot cocok menjadi presiden.

"Dalam situasi seperti ini sampai kemarin, Presiden Jokowi ada Pak Tito (Kapolri) diwakili Kapolda Metro Jaya, Presiden Jokowi perintahkan, sekali lagi, beliau sampaikan, sebagai panglima tertinggi, saya perintahkan kepada TNI jaga Bhinneka Tunggal Ika," kata Gatot.

Menurutnya, TNI siap diperintah sebagai garda terdepan menjaga kesatuan NKRI, serta menghadapi setiap kekuatan yang ingin mengganggu kesatuan dan pesatuan bangsa.

"Maka beliau (Presiden Jokowi) adalah atasan saya. Saya sebagai umat muslim pernah bersumpah pada 15 Maret 1982, antara lain. Demi Allah saya bersumpah, diatas Alquran nih Pak Karni. Setia kepada Pancasila dan UUD 1945, itu poin pertama," kata Gatot.

Gatot lalu mempersingkat poin ketiga janji prajurit TNI yang pernah diucapkan saat masuk militer.

"Ketiga demi Allah saya bersumpah taat kepada atasan dengan tidak membantah perintah atau putusan. Apabila saya berkeinginan jadi presiden maka saya melanggar sumpah saya. Umur saya sudah 56 Pak Karni, kata ustaz bilang, kehidupan dunia hanya sekejap saja. Kehidupan abadi ada disana," kata Gatot.

"Saya lebih baik jadi tumbal untuk melaksanakan menjaga Bhinneka Tunggal Ika, daripada saya jadi presiden," tambahnya.

Editor:Wie Dya
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Voli, PON
wwwwww