Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
10 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
8 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
7 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
12 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
7 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Home  /  Berita  /  Badminton

Acha..Acha.., Tas Manik-manik Asal Balikpapan Ini Laris Manis di India

Acha..Acha.., Tas Manik-manik Asal Balikpapan Ini Laris Manis di India
Yunita saat memerkan hasil karyanya di India. (foto: detiktravel)
Minggu, 13 November 2016 12:05 WIB
MUMBAI - Produk kerajinan tangan atau handmade asal Indonesia sangat digandrungi oleh masyarakat India. Ini dirasakan langsung oleh pengusaha asal Indonesia, Yunita Indrarini.

Yunita berkesempatan mengikuti Expo Indonesia yang diselenggarakan di Expo Center, WTC, Mumbai, India. Ia membawa puluhan produk dari Balikpapan. Mulai dari tas, dompet, kalung dan aksesoris wanita lainnya.

"Sehari mulai saja, saya sudah laris banyak. Ada satu orang ambil lima," ungkapnya di sela-sela kegiatan pameran, Sabtu (12/11/2016).

Produk yang dijual memang sangat unik, berbeda dari tas yang kebanyakan digunakan orang. Tas dilapisi manik dengan sangat lembut dan rapi. Keindahannya tas semakin dirasakan setelah diberi sentuhan motif dan warna khas suku dayak.

Yunita menuturkan, proses produksi tas memakan waktu sampai satu bulan oleh tangan-tangan yang sangat terampil. Ada unsur budaya yang terpancar dari produk tersebut."Tas ini paling disukai sama orang India, mereka sangat antusias," imbuhnya.

Harga yang dipatok juga tidak terlalu mahal. Satu tas dihargai 2500 rupee atau setara dengan Rp 500.000. Bila membeli dengan jumlah banyak maka akan diberikan potongan harga. Untuk lima tas, cukup membayar 2000 rupee per tas.Produk lainnya, seperti dompet dijual dengan harga Rp 250.000 dan untuk kalung berkisar Rp 250.000 - 500.000. "Harganya memang tidak terlalu mahal," kata wanita yang berdomisili di Jakarta tersebut.

Di balik perjalanannya, Yunita ikut menyelamatkan para pengrajin lokal. Ada kesulitan bagi pengrajin untuk mencapai pasar di Jakarta maupun luar negeri. "Makanya saya iba, saya ikut dalam pameran untuk ikut menjual produknya," terangnya.

Selama ini promosi dan penjualan dilakukan melalui jejaring media sosial. Pameran di luar negeri memang baru pertama kali dijalani oleh Yunita. Namun, dengan hasil yang cukup memuaskan, Ia pun berminat menelusuri kegiatan pameran selanjutnya."Ke depan ada rencana ke Aljazair untuk ikut pameran," tukasnya. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Detik.com
Kategori:Badminton, PON, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww