Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
16 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
15 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
4
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
18 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
20 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
16 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Badminton

1 Balita Korban Bom Molotov Greja Samarinda Meninggal Dunia, Ini Tanggapan DPR

1 Balita Korban Bom Molotov Greja Samarinda Meninggal Dunia, Ini Tanggapan DPR
Foto korban bom molotov. (dok. Mabes Polri)
Senin, 14 November 2016 13:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Jerit kesakitan Intan Olivia saat meregang nyawa tak akan sia-sia bagi Ibu Pertiwi. Selamat jalan pahlawan kecil..pahlawan kebhinekaan NKRI, di Langit ada sebuah taman indah buatmu untuk bermain abadi bersama awan, bulan dan bintang bintang.

Begitulah sepenggal puisi untuk Intan bocah korban peledakan bom molotov di Greja Samarinda kemarin, Minggu (13/11/2016) pagi. Yang kini sudah tiada dan meninggal dunia.

Untuk kesekian kali bangsa Indonesia menghadapi ujian berat aksi terorisme dalam bentuk pengeboman Gereja Oikumene Samarinda.

Menanggapi soal ini, Khatibul Umam WiranuKetua Departemen Agama DPP Partai Demokrat yang juga Anggota Komisi VIII DPR RI, mengatakan, kejadian ini sungguh sangat memilukan, menyedihkan, menyayat hati.

"Jelas sedih, ini sangat menyakitkan bagi kita bangsa Indonesia, dengan pengeboman ini yang mengakibatkan 1 korban balita meninggal Intan Marbun (3 tahun) dan korban anak-anak lainnya menderita luka bakar," ujarnya, Senin (14/11/2016).

Atas peristiwa ini dirinya sangat mengecam dan mengutuk keras aksi pengeboman Gereja Oikumere Samarinda, yang dilakukan oleh orang-orang atau kelompok yang tidak berperi kemanusiaan, tidak beradab, dan tidak beragama. "Tindakan mereka bertentangan dengan Pancasila, agama, konstitusi negara serta undang-undang," tukasnya.

Dirinya juga meminta pihak kepolisian dan aparat penegak hukum lainnya untuk secapatnya memproses hukum bagi para pelaku pengeboman, serta pembuat skenario pengeboman,  menghukum mereka seberat-beratnya sesuai undang-undang Anti Terorisme serta undang-undang lain yang berlaku.

"Pelaku dan perencana tindakan pengeboman ini jelas punya motif adu domba antar pemeluk agama yang berbeda, membuat situasi sosial masyarakat  saling curiga, dan bisa menciptakan konflik sosial yang lebih luas. Sehinga aparat penegak hukum harus menemukan jejaring, mata rantai kelompok ini secara tuntas, agar tidak terjadi aksi pengeboman di tempat-tempat lain," ujarnya lagi.

Aksi teror yang kembali mengemuka ini menjadi pekerjaan pemerintah yang harus segera dituntaskan. "Tindakan kekerasan dan aksi terorisme yang bersumber dari pemahaman keagamaan yang ekstrem harus dapat diantisipasi oleh pemerintah, dicarikan jalan keluarnya (oleh Kementrian Agama RI khususnya), dan pendekatan persuasif, serta pendidikan keagamaan yang benar, menjadi pilihan yang harus diutamakan oleh pemerintah," pungkasnya. ***

wwwwww