Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
11 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
13 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
12 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
8 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
9 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
10 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Soal Bendera China di Maluku, Fahri Hamzah: Hati-hati Provokasi, Jangan Mereka yang Perang, Tapi Kita yang Mati Kena Injak

Soal Bendera China di Maluku, Fahri Hamzah: Hati-hati Provokasi, Jangan Mereka yang Perang, Tapi Kita yang Mati Kena Injak
Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah. (Muslikhin/GoNews)
Senin, 28 November 2016 16:26 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Terkait kasus penurunan bendera RRC oleh anggota TNI di Maluku, Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengingatkan agar tak terprovokasi oleh pihak-pihak yang tak bertanggung jawab.

"Ya saya cuma bilang hati-hati provokasi, karena hal seperti ini bisa saja dalam rangka memprovokasi kita, tapi harus ada investigasi. Sebab apa yang terjadi sekarang ini, masyarakat terbuka, harus ada duduk perkaranya," ujar Fahri kepada GoNews.co, Senin (28/11/2016).

Kemarin itu kata Fahri, TNI bersikap, tapi tetap disarankan tetap lakukan investigasi sesuai dengan proses hukum sehingga kemudian tindakan itu bisa ditindak secara proporsional.

"Intinya jangan berlebih-lebihan, jangan jadi alat provokasi masyarakat," pintanya.

"Saya kan punya teori tentang perang-perang kapitalisme, perlu kita waspada, jangan sampai mereka berkelahi, kita yang mati kena injak," pungkasnya. ***

wwwwww