Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
23 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
2
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
3
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
21 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
4
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
5
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
Metropolitan
24 jam yang lalu
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
6
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Home  /  Berita  /  Ekonomi

34 Kelompok Tani Tembakau di Gayo Lues Terima Saprodi

34 Kelompok Tani Tembakau di Gayo Lues Terima Saprodi
Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gayo Lues salurkan sarana produksi kepada 34 kelompok tani tembakau, Rabu (14/12/2016). [Ari Gayo]
Rabu, 14 Desember 2016 18:51 WIB
Penulis: Ari Gayo

BLANGKEJEREN – Hari ini Dinas Kehutanan dan Perkebunan Gayo Lues (Galus), mulai menyalurkan sarana produksi (Saprodi) tahap 2 kepada 34 kelompok tani tembakau yang ada di 9 kecamatan.

“Secara bertahap mulai hari ini, kami bagikan Saprodi dengan berbagai jenis kepada kelompok tani yang ada. Bahkan kami menargetkan, hari Sabtu mendatang, Saprodi sudah rampung disalurkan kepada seluruh kelompok tani, sehingga para petani bisa langsung melakukan kegiatannya,” ujar Kadishutbun melalui Kabid Perkebunan, Zakaria,  Rabu (14/12/2016).

Dari 34 kelompok tani tembakau yang mendapatkan bantuan Saprodi ini, katanya, seluruhnya mendapatkan 14 jenis barang, seperti, hand sprayer, parang, batu asah, pisau iris tembakau, tenda biru, sepatu boat, kawat duri, mesin babat, pupuk NPK, pupuk SS, pupuk pelengkap cair dan herbisida. Selain itu juga dibagikan insektisida padat dan fungisida.

“Namun, jumlah barang yang berbeda – beda antar kelompok. Pasalnya, jumlah anggota per kelompoknya juga bermacam-macam, yaitu dari 5 hingga 22 orang,” katanya.

Barang yang disalurkan ini, imbuhnya, merupakan material pendukung kegiatan petani, dalam membudidayakan bahan baku berkadar rendah nikotin (DBH-CHT Spesifik Grant) tahun 2016.

Sebelumnya, pada Oktober 2016 lalu, pihak Dishutbun juga melakukan kegiatan yang sama, yakni kegiatan pembudidayaan petani tembakau rakyat dan cara pemupukan berimbang.

Editor:TAM
Kategori:Ekonomi
wwwwww