Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
21 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
2
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
18 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
22 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
18 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
23 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  PON

Bantu Korban Gempa Pidie Jaya, Sastrawan Kumpulkan Puisi

Bantu Korban Gempa Pidie Jaya, Sastrawan Kumpulkan Puisi
Alat berat exavator merobohkan Masjid Meuko Kuthang, Kecamatan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya, yang rusak berat akibat gempa, Rabu 7 Desember 2016. Presiden Joko Widodo berjanji akan membangun kembali seluruh fasilitas umum seperti masjid, pondok pesant
Rabu, 14 Desember 2016 09:32 WIB
JAKARTA – Sastrawan Indonesia menggagas untuk mengumpulkan puisi-puisi dari penyair dan penulis tentang gempa Aceh. Puisi-puisi itu akan dibukukan secara gotongroyong dan diluncurkan Februari 2017  di Jakarta dan Aceh.

“Ini bentuk simpati dan tanda cinta Indonesia terhadap saudara-saudara kita di Aceh,” kata Willy Ana, penyair asal Bengkulu, yang menggagas dan mengkoordinatori pengumpulan puisi-puisi itu, dalam siaran pers, Selasa (13/12/2016).

Baca juga: Nissan X-Trail Indonesia Bantu Korban Gempa Pijay

Seperti diketahui, gempa bumi 6,5 SR mengguncang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh,  Rabu (7/12/2016) pukul 05.03 WIB. Gempa tersebut menewaskan lebih 100 orang dan menyebabkan ratusan korban luka. Gempa tersebut diikuti oleh puluhan kali gempa susulan pada hari-hari berikutnya, meski dengan kekuatan lebih kecil dibandingkan yang pertama.

Menurut Willy, siapa pun dipersilakan untuk mengirim puisi. Buku ini tanpa kurasi yang ketat. “Tugas kami hanya menyusun dan mengemas puisi-puisi itu menjadi buku,” ujar Willy yang belum lama ini menerbitkan buku puisi terbaru berjudul “Tabot”.

Baca juga: Masjid Rusak Akibat Gempa di Pijay Dirobohkan

Willy beralasan,  siapa pun bisa menyampaikan tanda simpati dan cinta terhadap korban gempa Aceh. “Luka Aceh adalah luka kita semua.” 

Willy menambahkan puisi-puisi itu beserta biodata singkat dapat dikirimkan ke email: puisiwilly@gmail.com. Puisi ditunggu hingga akhir Desember 2016. “Penerbitan secara gotong-royong ini caranya adalah  para penulis nanti diharapkan membeli buku itu minimal satu eksemplar,” tutur Willy.

Harga buku belum ditentukan karena masih melihat jumlah puisi yang masuk yang tentu saja mempengaruhi ketebalan buku. “Keuntungan dari penjualan buku, setelah dikurangi biaya produksi dan biaya-biaya lain yang timbul, akan didekasikan untuk kegiatan yang berkaitan peristiwa gempa tersebut,” papar Willy.

Penyair asal Aceh, Mustafa Ismail, memberi apresiasi tinggi kepada semua pihak yang turut merasakan luka Aceh. “Apa yang dilakukan teman-teman sastrawan begitu mengharukan,” ujar Mustafa yang rumahnya di Trienggadeng, Kabupaten Pidie Jaya,  juga ikut rusak diterjang gempa.

Mustafa menambahkan, perhatian teman-teman sastra juga diperlihatkan dengan pengumpulan donasi secara spontan oleh para sastrawan yang berada di grup Whatshapp Ruang Sastra. “Sebagian dari donasi itu sudah saya salurkan kepada wakil pengungsi gempa di Aceh,” ujar Mustafa Ismail.

Penyair Fikar W Eda pun berterima kasih terhadap respons dan simpati para sastrawan Indonesia terhadap peristiwa di Aceh. “Dulu ketika tsunami Aceh, sastrawan juga mengumpulkan puisi dan diterbitkan dalam judul ‘Maha Duka Aceh’. Semua dilakukan secara spontan dan tulus,” ujar Fikar yang menjadi penyusun buku puisi ‘Maha Duka Aceh’ itu.

Editor:Kamal Usandi
Kategori:Aceh, PON
wwwwww