Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
20 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
2
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
8 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
22 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
24 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
19 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
21 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
Home  /  Berita  /  Badminton

Tersandung Pengalihan Isu Bom, Eko Patrio: Akun Media Sosial Saya Cuma Instagram Tidak Punya Twitter

Tersandung Pengalihan Isu Bom, Eko Patrio: Akun Media Sosial Saya Cuma Instagram Tidak Punya Twitter
Anggota Komisi X DPR, Eko Patrio. (istimewa)
Jum'at, 16 Desember 2016 18:35 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi X DPR RI Eko Patrio membantah telah menulis bahwa dalam pengungkapan bom bekasi adalah pengalihan isu.

Hal tersebut ia ungkapkan saat wawancara langsung disalah satu televisi swasta, Jumat (16/12/2016). Bahkan menurutnya ia hanya memiliki satu akun media sosial yakni Instagram.

"Makanya saya bingung, saya tidak lagi memiliki akun Twitter, karena lima bulan yang lalu akun Twitter saya sudah tidak dipakai. Jadi saya tidak memiliki akun media sosial baik facebook, Twitter maupun yang lain," ujarnya.

Selain itu kata dia, dirinya juga tidak pernah merasa wawancara dengan media online seperti yang menjadi bukti dan sudah ditangan pihak Kepolisian. "Begini, saya hari itu berkumpul dengan keluarga, tidak ada aktifitas dengan wartawan. Jadi saya juga tidak ada wawancara apalagi soal kasus bom tersebut," paparnya.

"Dan kagetnya saya lagi, setelah saya di Mabes Polri, disitu ada sekitar enam media online yang saya sendiri tidak pernah mengenal media itu. Intinya enam media online ini tidak familiar, bahkan saya baru denger nama-namanya," timpalnya.

Untuk itu kata dia, dirinya minta pihak Kepolisian agar segera menyelidiki kasus tersebut dan yang berhubungan dengan akun Twitter dia juga minta agar Polisi segera melacak pemilik atau pembuat akun yang mencatut nama dirinya.

"Saya merasa di zolimi, jadi saya sudah sampaikan ke pihak Kepolisian agar semua ini bisa terang benderang, agar semuanya jelas," tukasnya.

Eko juga mengaku saat senang, karena pihak Kepolisian juga siap menanggapi aduannya tersebut. "Saya dirugikan, dan semua masyarakat yang merasa resah juga termasuk yang diragukan. Jadi semua yang ada di portal online yang saya anggap sebagai karangan bebas segera diproses," pungkasnya. ***

wwwwww