Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Voli

2017, Alokasi DIPA Aceh Turun Jadi Rp46,7 Triliun

Sabtu, 17 Desember 2016 22:59 WIB

BANDA ACEH – Alokasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun 2017 untuk Provinsi Aceh berjumlah Rp46,7 triliun. Anggaran tersebut mengalami penurunan dari tahun lalu yang berkisar 47,1 triliun.

Hal itu disampaikan Plt.  Gubernur Aceh, Soedarmo saat menyerahkan DIPA Tahun 2017 kepada Satuan Kerja Pengelola Dana APBN, di Anjong Mon Mata, Sabtu (27/12/2016).

Baca juga

Aceh Tengah Terima DIPA 2017, Berikut Rinciannya

Penurunan tersebut, katanya, terjadi pada alokasi untuk sumber dana dekonsentrasi, tugas pembantuan serta alokasi untuk kantor daerah yang berkisar Rp885,7 miliar. Sementara untuk Dana Desa mencapai Rp 4,892 triliun, atau meningkat hingga 21,72 persen dibanding tahun 2016 yang berkisar Rp 3,829 triliun.

Soedarmo menginginkan penganggaran disalurkan berdasarkan pada program yang prioritas bukan pada fungsi atau pembagian dana secara merata. “Berikan nominal besar pada yang prioritas sehingga bisa bermanfaat bagi kepentingan masyarakat,” katanya.

Kepala Kanwil Ditjen Pemberendaharaan Provinsi Aceh Bakhtaruddin, menyebutkan, selain DIPA, Aceh juga memperoleh dana intensif untuk tahun 2017 sebesar Rp726 miliar. Dana itu diberikan sebagai penghargaan karena Aceh dinilai sebagai daerah yang menunjukkan kinerja pemerintahan yang baik.

Editor:Zainal Bakri
Kategori:Voli, Aceh
wwwwww