Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Empat Pulau di Riau Terancam Tenggelam, DPR: Kedaulatan dan Keamanan Nasional Terancam
Lingkungan
20 jam yang lalu
Empat Pulau di Riau Terancam Tenggelam, DPR: Kedaulatan dan Keamanan Nasional Terancam
2
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
DPR RI
8 jam yang lalu
DPR Fokus Awasi Dana Penanggulangan Pandemi Covid-19
3
Pandemi Masih Berlangsung, Senayan Ingatkan soal Geopolitik
DPR RI
24 jam yang lalu
Pandemi Masih Berlangsung, Senayan Ingatkan soal Geopolitik
4
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
DPR RI
8 jam yang lalu
PJJ Belum Bisa Diterapkan di Luar Pandemi
5
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Isu Penanggulangan Covid-19 untuk Redam Potensi Konflik di Pilkada
6
Telkomsel 'Mentahkan' Keluhan Denny Siregar soal Kebocoran Data
Peristiwa
21 jam yang lalu
Telkomsel Mentahkan Keluhan Denny Siregar soal Kebocoran Data
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ayah Ribut dengan Mantan Napi, Leher Balita Ditancap Panah

Ayah Ribut dengan Mantan Napi, Leher Balita Ditancap Panah
ilustrasi
Senin, 16 Januari 2017 11:07 WIB

MAKASSAR - Anak panah yang menancap tepat di tengah batang leher balita Aqila (4), warga jl Mallengkeri, Kecamatan Tamalate, Makassar berhasil dicabut setelah menjalani operasi, Ahad (15/1/2017) pagi. Operasi berlangsung kurang lebih 45 menit lamanya di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo.

"Kondisi terakhir Aqila sudah membaik," kata Kapolrestabes Makassar, Kombes Polisi Endi Sutendi.

Ahad siang itu juga Kapolsek Tamalate, Kompol Amrin AT dan jajaran sudah menjenguk balita Aqila, putri dari Akbar Ekaputra dan Siti Maryam Natalia di rumah setelah semalaman nyawanya berupaya diselamatkan.

Aqila adalah korban dari anak panak Irfan (18) yang tidak lain adalah tetangganya sediri yang terjadi pada Sabtu, (14/1) pukul 20.00 wita.

Irfan merupakan residivis yang kerap keluar masuk tahanan. Dia adalah pelaku copet, begal dan tidak segan-segan melukai korban yang disasarnya dengan menggunakan busur.

Pelaku juga kerap terlibat kasus pengeroyokan. Selain berkasus di Polsek Tamalate, dia juga pernah di wilayah hukum Polsek Rappocini dan Polrestabes Makassar.

"Baru pertengahan Desember 2016 lalu pelaku Irfan ini keluar dari Lapas dan kini berulah lagi," kata Iptu Sugiman, Perwira Unit (Panit) II Reskrim Polsek Tamalate.

Kronologi kejadian, kata Iptu Sugiman, kejadian berawal dari teguran Akbar Ekaputra, ayah dari korban Aqila karena pelaku Irfan menancap gas motor terlalu kencang saat melintas di lorong.

Tidak terima ditegur, Irfan mendatangi Akbar dan terjadi pertengkaran seru. Di situ kemudian Irfan melesatkan anak busur tapi justru nyasar ke Aqila yang sedang bermain.

"Kini pelaku sudah mendekam lagi di tahanan Polsek," kata Iptu Sugiman.(mdk)

Editor:Arie RF
Sumber:merdeka.com
Kategori:Kalimantan Selatan, Hukum, Peristiwa, GoNews Group

wwwwww