Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
21 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
21 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
7 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
20 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
5
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Bersih-bersih Media Online 'Abal-abal', 9 Februari Dewan Pers Mulai dari Lingkungan DPR/MPR

Bersih-bersih Media Online Abal-abal, 9 Februari Dewan Pers Mulai dari Lingkungan DPR/MPR
Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo. (istimewa)
Rabu, 25 Januari 2017 18:27 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo meminta bantuan Sekjen DPR untuk menertibkan media dalam jaringan (daring) atau online, agar tidak melenceng dari kaedah jurnalistik.

"Kami juga minta bantuan dari Sekjen DPR untuk membersihkan wartawan 'abal-abal' di lingkungan parlemen, mulai 9 Februari kami sudah meminta Kesekjenan untuk melindungi Parlemen dari praktik abal-abal media," ucap Yosep di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (25/1/2017).

Yosep mengatakan, Dewan Pers akan mulai memverifikasi seluruh media online pada 7 Ferbruari. Saat ini, kata ia, jumlah media online di Indonesia berjumlah 43.000, dan yang telah terdaftar di Dewan Pers hanya 200 media online.

Tak hanya itu, terang mengatakan, Dewan Pers akan mengadakan standar kompetensi wartawan, untuk selanjutnya jurnalis tidak diizikan lagi tanpa skil.

"Ini kejadian di Bima, loper koran menjadi Pemred. Ini kejadian di DPR, banyak wartawan abal-abal mengatasnamakan dari lembaga, ada 13 ribu wartawan yang lulus uji kompetensi," tandasnya. ***

wwwwww