Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
9 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
15 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
7 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
9 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
6
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Hukum
9 jam yang lalu
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Home  /  Berita  /  Badminton

Terjaring OTT Tim Saber Pungli, ASN Disdukcapil Kota Pekanbaru ini Sudah Tangani 17 Berkas, Uangnya...

Terjaring OTT Tim Saber Pungli, ASN Disdukcapil Kota Pekanbaru ini Sudah Tangani 17 Berkas, Uangnya...
Ilustrasi (internet)
Rabu, 25 Januari 2017 21:39 WIB
Penulis: Barkah Nurdiansyah
PEKANBARU - Pasca diamankannya seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Pekanbaru berinisial Fh yang tertangkap tangan tim saber pungli Polresta Pekanbaru, Rabu (25/1/2017) siang. Polisi terus melakukan penyidikan mendalam.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Susanto, menuturkan, saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan mendalam terhadap Fh serta istrinya berinisial Rt dan seorang petugas UPTD Disdukcapil, Rm.

"Sementara ini, pengakuan Fh, sudah 1,5 tahun menjalani kegiatan pungli dengan menyediakan jasa pembuatan KTP tanpa melalui prosedur," kata Susanto kepada GoRiau.com (GoNews Grup), Rabu malam.

Bahkan, Kapolresta menambahkan, Fh mengakui jika Ia sudah membuatkan sebanyak 17 berkas dengan tarif Rp2 juta untuk satu berkas. "Jika ditotal, nilainya mencapai Rp34 juta. Tapi masih akan kita telusuri lagi," tukasnya.

Untuk proses hukum dalam kasus pungli ini, Kapolresta mengungkapkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kejaksaan, Pemko Pekanbaru, Inspektorat Pekanbaru dan sejumlah instansi terkait lainnya.

"Kita gelar dulu kasusnya malam ini, sejauh mana dan kemana aliran dananya akan kita telusuri. Setelahnya, baru akan kita terapkan kontruksi pasalnya dengan pihak kejaksaan, apakah pasal 368 KUHP atau Tipikor," terang Kapolresta.

BACA JUGA:

. Tim Saber Pungli Polresta Pekanbaru Tangkap Tangan Seorang ASN Disdukcapil Pekanbaru saat Terima Jasa Pembuatan KTP Tanpa Prosedur

. Tim Saber Pungli Polda Riau Tangkap Tangan 3 Oknum PNS Kehutanan

Masih kata Kapolresta, terhadap ketiga orang yang diamankan, Fh, Rt dan Rm yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) itu, saat ini status ketiganya belum ditetapkan sebagai tersangka.

"Saat ini, ketiganya masih berstatus terperiksa. Nanti setelah gelar perkara kasus pungli ini, baru bisa ditentukan peningkatan statusnya," pungkasnya.***

wwwwww