Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
10 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
15 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
8 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
5 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
5 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Home  /  Berita  /  Lingkungan

KPK Tangkap Bupati di Bandara Soetta

KPK Tangkap Bupati di Bandara Soetta
(liputan6.com)
Rabu, 25 Januari 2017 22:11 WIB
JAKARTA - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun (SUS) di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Rabu (25/1/2017) petang.

Penangkapan dilakukan setelah Samsu melakukan perjalanan dari Makassar, Sulawesi Selatan. Sebelumnya, kepada Samsu KPK telah menjadwalkan tiga kali pemanggilan pemeriksaan, namun Samsu mangkir.

"Ditangkap di bandara Cengkareng," ujar Febri Diansyah di Gedung KPK, Rabu (25/1/2017) malam.

KPK kini memiliki waktu 1x24 jam untuk membuat keputusan, apakah akan menahan Samsu atau tidak.

"Ini pelajaran bagi tersangka lain agar segera memenuhi panggilan KPK dengan upaya sebaik-baiknya,'' kata Febri.

Dalam penangkapan kali ini, KPK dibantu pihak Polda Sulawesi Tenggara, Polres Bau-Bau dan Kendari. "Kami telusuri jejaknya hingga ke Cengkareng," Febri menambahkan.

KPK resmi menetapkan Bupati Buton, Sulawesi Tenggara, Samsu Umar Abdul Samiun sebagai tersangka. Samsu diduga memberi suap kepada Akil Mochtar sewaktu masih menjadi Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sengketa Pilkada Kabupaten Buton? tahun 2011-2012.

Samsu dijerat dengan Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor).

Samsu Umar mengaku pernah memberikan uang Rp 1 miliar untuk Akil sekitar tahun 2012. Hal itu disampaikan Samsu saat bersaksi pada sidang Akil.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Badminton, Beladiri, Lingkungan
wwwwww