Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
10 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
20 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  PON

Dirambah, Luas Hutan di Aceh Utara Semakin Kecil

Dirambah, Luas Hutan di Aceh Utara Semakin Kecil
Ilustrasi
Kamis, 26 Januari 2017 06:55 WIB
Penulis: Firman Deski

LHOKSUKON - Maraknya praktik penebangan liar dan pembukaan lahan baru oleh perusahaan perkebunan, menyebabkan luas hutan di Kabupaten Aceh Utara semakin kecil serta menimbulkan berbagai kerusakan lingkungan.

Direktur LSM Lingkungan Suara Hati Masyarakat (Sahara), Dahlan M Isa, Rabu (25/1/2017) mengatakan, luas hutan di Aceh Utara hanya 43.000 hektare, dari sebelumnya mencapai 80.103 hektare dan  berkurang 53 persen.

Baca

Nekat... Pencuri Kayu Sandera Polisi Hutan

Raqan Hutan Adat Mukim Diserahkan kepada DPRK Bireuen

“Kalau kita lihat sekarang, luas hutan di Kabupaten Aceh Utara sudah semakin kecil, karena disebabkan oleh berbagai faktor seperti penebangan liar dan pembukaan lahan baru. Apabila tidak ditanggapi secara serius, maka bisa menyebabkan bencana alam,” ujar Dahlan.

Dahlan menambahkan, Aceh Utara memiliki tiga hutan lindung yaitu, di Kecamatan Paya Bakong, Langkahan dan Kecamatan Pirak Timu. Ketiga hutan lindung tersebut, kini kondisinya telah rusak.

Baca

Keuchik Usul Perlindungan Hutan kepada Dishut Aceh

Cegah Pembakaran Hutan, Polisi Temui Warga di Pedalaman

Kerusakan hutan yang paling parah terjadi pada tahun 2000, kemudian praktik-praktik tersebut masih terus berlangsung hingga saat ini. Kayu-kayu yang berpotensi semakin ditebang, sehingga mengakibatkan bencana alam yang beragam.

Ia mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Utara untuk lebih aktif melakukan pengawasan terhadap lingkungan, karena apabila lingkungan sudah mulai rusak maka kehidupan manusia pun akan terganggu.

Editor:Zainal Bakri
Kategori:PON
wwwwww