Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
19 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
14 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
18 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
14 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
18 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
13 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Badminton

Polisi Telusuri Dugaan Anak Panti Asuhan Tunas Bangsa Disuruh Mengemis dan Diperdagangkan

Polisi Telusuri Dugaan Anak Panti Asuhan Tunas Bangsa Disuruh Mengemis dan Diperdagangkan
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Susanto turun langsung menyelidiki kasus Yayasan Tunas Bangsa, Minggu sore (Foto: Chairul Hadi)
Minggu, 29 Januari 2017 20:42 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pekanbaru Provinsi Riau tengah mendalami 'benang merah' kasus Yayasan Tunas Bangsa, pasca kematian balita 18 bulan bernama M Zikli yang diduga korban penganiayaan.

Sembilan orang saksi sejauh ini sudah dimintai keterangannya. Mereka antara lain pihak yayasan, RT dan RW setempat dan lainnya. Dari keterangan itu, muncul berbagai informasi penting yang kini dikantongi aparat.

Salah satu yang terbaru adalah dugaan kalau anak-anak di panti asuhan yang beralamat di Jalan Bukit Rahayu Tenayan Raya tersebut disuruh mengemis hingga diperdagangkan (diperjual-belikan, red).

"Ini masih kita dalami, keterangan saksi sudah ada, namun kita harus membuktikan, soal transaksi dan perbuatannya itu. Sehingga tidak ada prasangka (Indikasi disuruh mengemis dan perdagangan anak, red)," ucap Kapolresta Pekanbaru, Kombes Susanto.

Baca Juga: Bawa Tim DVI, Kapolresta Pekanbaru Pimpin Penyelidikan di Panti Asuhan Tunas Bangsa

Selain itu, pihaknya juga sedang menyelidiki soal keterangan yang menyebutkan kalau ada korban lainnya yang meninggal dunia selain balita 18 bulan tersebut. "Itu juga, masih kita proses," sebutnya, Minggu (29/1/2017) sore.

Menurut Kombes Susanto, pihaknya tidak akan terburu-buru untuk menetapkan tersangka dalam kasus kematian Zikli. Anggotanya sekarang sedang fokus mengumpulkan bukti yang cukup untuk membuka tabir misteri kasus ini.

"Kita akan lakukan gelar perkara dulu. Setelah itu baru kita tetapkan siapa tersangkanya," singkatnya. Bahkan tadi sore Polresta Pekanbaru juga membawa tim DVI Polda Riau untuk membantu mengumpulkan bukti-bukti dari Panti Asuhan tersebut.

Baca Juga: Ada Gundukan Tanah Mirip Kuburan, Polisi Dalami Dugaan Korban Balita yang Tewas Selain Zikli

Tim DVI juga membongkar lubang beton yang awalnya disebut-sebut tempat kuburan penghuni yayasan. Setelah digali, tidak ditemukan indikasi yang mengarah ke sana. ***

wwwwww