Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
Kemenpora
8 jam yang lalu
Mengenal Diri Bukan Mendiagnosis Diri, Pesan Fanny Ghassani dan Samanta Clara di IYS 2026
2
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
Kemenpora
8 jam yang lalu
Menpora Erick Serahkan Penghargaan Pemenang di IYS 2026
3
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
7 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
4
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
5 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
5
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
Basket
10 jam yang lalu
Makin Panas, Empat Tim Lolos Bersaing di Semifinal
6
Kiko Carneiro Tak Mau Kecolongan Lawan Persita
Sepakbola
8 jam yang lalu
Kiko Carneiro Tak Mau Kecolongan Lawan Persita
Home  /  Berita  /  Badminton

Politisi Senior Golkar Setuju Presidential Threshold Dihapus

Politisi Senior Golkar Setuju Presidential Threshold Dihapus
Politisi Golkar, Priyo Pambudi. (istimewa)
Senin, 30 Januari 2017 17:50 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Politisi Senior Partai Golkar, Priyo Budi Santoso mengatakan bahwa dirinya setuju jika Presidential Threshold dihapuskan saja terutama pada pemilu 2019 nanti. "Secara personal saya mengusulkan, atas nama kebersamaan, Presidential Threshold yang diusulkan dihapus itu bisa diterima," kata Priyo di DPR RI, Senin, (30/1/2017).

Putusan pribadi tersebut, menurut Priyo, bukan tanpa pertimbangan maupun perhitungan yang mendasar. Menurutnya pula, republik ini membutuhkan jalan keluar terbaik agar pembangunan dapat dilaksanakan lebih baik lagi kedepannya.

"Sebagai solusi untuk kebersamaan. Apalagi dengan keputusan MK beberapa waktu lalu. Jika dipaksakan dengan Presidential Threshold tertentu apalagi tinggi, saya mengkalkulasi akan digugurkan oleh MK. Ini pandangan saya pribadi," lanjut Priyo.

Dalam kesempatan itu Priyo juga mengatakan bahwa, kalaupun Presidential Threshold ditingkatkan dan berhasil, maka bukan tidak mungkin hanya dua pasangan calon yang akan bertarung nantinya.

"Kalaupun Presidential Threshold didorong tinggi dan sukses, nanti yang saya khawatirkn satu hal Presidential Threshold tinggi berujung pada dua orang tokoh saja, Akan berulang Pak Jokowi dan Prabowo," sambung Priyo.

Masih kata Priyo, rakyat republik ini akan semakin beruntung jika dalam pemilihan presiden terdapat lebih dari dua calon pasangan. Sebab, semakin banyak calon tentu rakyat memiliki kesempatan untuk memilih sesuai harapannya masing-masing.

"Kalau tinggi Presidential Threshold, maka tokoh-tokoh lain pasti akan tereliminasi. Saya usulkan ini, kalau head to head akan menimbulkan gesekan yang cukup tinggi, ini persoalan," jelas Priyo.

Priyo juga mengaku akan segera menyampaikan pendapat pribadinya itu kepada DPP Partai Golkar agar mendapat respon dari institusi politik tersebut. "Dalam kesempatan nanti akan saya sampaikan pendapat ini," ujar Priyo. ***

wwwwww