Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
23 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
16 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
16 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
17 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
21 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Kadin: Pemuda Aceh Harus Mampu Ciptakan Ekonomi Kreatif

Kadin: Pemuda Aceh Harus Mampu Ciptakan Ekonomi Kreatif
Ilustrasi [Antara]
Selasa, 07 Februari 2017 23:55 WIB
Penulis: Firman Deski

LHOKSEUMAWE – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Lhoksemawe, Husaini Setiawan, mengatakan, pemuda Aceh harus mampu menciptakan ekonomi kreatif, sehingga bisa menguranggi angka pengangguran.

“Saat ini angka pengangguran di Provinsi Aceh cukup tinggi, maka para pemuda diharapkan mampu mengagas perekenomian kreatif hingga terciptanya lapangan-lapangan kerja yang baru,” ujar Husaini, Selasa (7/2/2017).

Para pemuda, katanya, jangan hanya bercita-cita untuk menjadi pegawai negeri sipil, tetapi harus mampu mengembangkan sektor-sektor perekonomian lainnya sehingga bisa mencapai kesejateraan.

Sangat banyak pemuda-pemuda Aceh harus ke provinsi lain dan bahkan ke Malaysia untuk mengais rejeki. Hal tersebut membuktikan, ketersediaan lapangan kerja cukup sempit.

“Jangan hanyak bercita-cita menjadi PNS saja, tapi harus bercita-cita menjadi pengusaha. Makanya harus mempunyai ide-ide dan gagasan untuk menciptakan perekonomian kreatif. Jangan sampai putra daerah tidak mampu bertahan hidup di daerah sendiri,” tutur Husaini.

Pemuda Aceh sudah saatnya mengambil peran dan mewujudkan aksi nyata untuk melakukan pemberdayaan masyarakat serta sumber daya daerah agar  bisa memperbaiki perekonomian Aceh menjadi lebih baik.

Dalam melakukan aksinya, para pemuda jangan minder apabila berhadapan dengan masalah modal karena modal bukan patokan utama. “Yang terpenting adalah mengasah daya nalar dan kreativitasnya untuk mengembangkan konsep-konsep terkait ekonomi kreatif,” katanya.

Ia juga berharap pemuda Aceh mampu menjadi konseptor dan juga sebagai aktor utama dalam melakukan pengembangan ekonomi kreatif, sehingga bisa menekan angkan pengangguran.

Editor:Zainal Bakri
Kategori:Ekonomi
wwwwww