Paten ! Polisi Ringkus Satu Preman Sang Provokator Kerusuhan
![]() |
| Polisi Kapolres Binjai mengamankan tiga sepeda motor milik preman yang diduga sebagai provokator di lahan Sengketa HGU PTPN II di Binjai. |
BINJAI - Pasca bentrokan antara kedua kelompok tani di Lingkungan VII, Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, polisi mengamankan satu orang tersangka yang diduga seorang preman suruhan Samsul Ketua Ormas di Binjai sebagai provokatornya, Selasa (7/2/17).
BACA: Suasana Mencekam ! Warga Bentrok Saling Serang dengan 'Kelewang'
BACA: Katanya Ormas Mau Pelantikan, Preman Minta Lahan Masyarakat Dikosongkan
Selain mengamankan seorang tersangka, polisi juga mengamankan 3 unit sepeda motor dan satu parang yang diduga digunakan sebagai alat saat bentrokan terjadi. Kini seorang tersangka dan 3 unit sepeda motor dan satu unit truk bermuatan pasir tersebut telah diamankan di Polres Binjai sebagai barang bukti.
Demi mengantisipasi bentrokan berlanjut, puluhan personel kepolisian dari Polres Binjai, dibantu para prajurit TNI dari Kodim 0203/Langkat, masih disiagakan di tempat itu.
Turut hadir melakukan mediasi, Kabag Ops Polres Binjai, Kompol Jenda Kita Sitepu, Kaur Binops Satreskrim, Iptu Abed Nebo Simanungkalit, Camat Binjai Timur, Hardiansyah Putra Pohan, Lurah Mencirim, Arvintona, dan Danramil 17/Binjai Timur, Kapten Inf Ahmad Yani Lubis.
Sebelumnya, puluhan warga dari dua kelompok petani penggarap lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) PTPN II Kebun Sei Semayang, terlibat bentrok di Jalan TPA, Lingkungan VII, Kelurahan Mencirim, Kecamatam Binjai Timur, Senin (6/2/17) pagi.
Beruntung kejadian itu tidak sampai memicu korban jiwa maupun luka, setelah pihak kepolisian segera tiba melakukan langkah pengamanan. Meskipun demikian, tiga sepedamotor dan sejumlah tanaman yang dibudidayakan di lahan tersebut, menjadi sasaran perusakan kedua kelompok petani penggarap.
Kapolres Binjai, AKBP Mohamad Rendra Salipu, saat diwawancara wartawan melalui Kapolsek Binjai Timur, AKP Ngemat Surbakti, mengatakan, keributan itu diduga dipicu penguasaan lahan secara sepihak oleh salah satu kelompok penggarap.
“Menurut informasi yang kita terima, awalnya salah satu kelompok penggarap tiba-tiba datang mengendarai mobil, lalu menyerobot lahan garapan kelompok lain, sehingga terjadi bentrok. Beruntung kita segera datang ke lokasi. Sehingga kemungkinan keributan berlanjut, serta adanya korban jiwa maupun luka dari kedua kelompok, bisa terhindarkan,” imbuh Kapolsek.
Berdasarkan hasil investigasi ternyata pemicu kerusuhan lahan diawali Arman dkk
mengatasnamakan perintah Ketua DPD IPK Kota Binjai, Samsyul Tarigan salah ingin menguasai lahan masyarakat yang sejak lama menempati lahan tersebut. Menurut Fadli menerangkan dimana Samsul sang Ketua menyuruh beberapa anggotanya untuk mengosongkan lahan dikarenakan dalam waktu dekat pihak mereka ingin menggelar pelantikan DPD IPK.
Kelompok masyarakat sering intimidasi oleh anggota Samsul dengan 'kelewang' dan senapang angin laras panjang yang membuat sejumlah masyarakat resah dan ketakutan. Peristiwa ini sering terjadi namun pihak kepolisian sepertinya tidak berani melindungi masyarakat yang sedang terancam lahan dan nyawanya ini. Jika pihak kepolisian tidak segera bertindak tegas masalah ini akan menimbulkan konflik berkepanjangan di dalam masyarakat yang selama diintimidasi oleh sejumlah preman suruhan Ketua OKP tersebut.
| Editor | : | Wewen |
| Kategori | : | Sumatera Utara, Badminton, Beladiri |













