Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
24 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
17 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
3
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
16 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
4
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo: Indonesia Harus Jadi Bangsa yang Menang
5
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
Kemenpora
17 jam yang lalu
Presiden Prabowo Serahkan Bonus Atlet Peraih Medali Asian Games dan Asian Para Games 2026
6
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
15 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Home  /  Berita  /  Badminton

Seloroh saat Rapat Dengan Pak JK, Dede Yusuf: Yang Bertanya Jangan Galak-galak, Beliau Wapres

Seloroh saat Rapat Dengan Pak JK, Dede Yusuf: Yang Bertanya Jangan Galak-galak, Beliau Wapres
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat RDP dengan DPR RI. (GoNews.co/Muslikhin)
Rabu, 08 Februari 2017 17:44 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua Komisi IX DPR Dede Macan Yusuf, berseloroh ketika membuka Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU), tentang Rancangan Undang-undang Palang Merah Indonesia (RUU PMI) dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Politikus Partai Demokrat itu mengingatkan agar jangan galak-galak mengajukan pertanyaan kepada JK, yang hadir sebagai Ketua Umum PMI.

Saat itu, JK juga didampingi jajaran pengurus PMI. "Pada awalnya kami agak bingung apakah ini rapat kerja, RDP atau RDPU. Tapi kami tetapkan ini adalah RDPU, karena beliau (JK) hadir sebagai wakil masyarakat, PMI. Tapi ingat, nanyanya jangan galak-galak, beliau Wapres," ujar Dede dengan nada bercanda saat membuka rapat tersebut.

RDPU yang digelar di ruang komisi IX DPR, Rabu (8/2), terbilang istimewa. Selain menghadirkan JK, rapat itu juga disaksikan langsung Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

"Sehingga, Pak Fahri bisa melihat apakah RUU ini akan lama atau tidak di komisi sembilan," ujar Dede.

RUU Kepalangmerahan dinilai penting. Sebab, dari 169 negara yang menandatangani Konvensi Geneva, hanya Indonesia dan Laos yang belum memiliki UU khusus soal kepalangmerahan.

Dede juga menyampaikan bahwa RUU PMI merupakan RUU lanjutan yang pernah ada di DPR selama 10 tahun dan sempat dibahas di badan legislasi. Sekarang, komisi IX mendapat mandat untuk melanjutkannya.

"RUU ini memang sangat dibutuhkan bagi Indonesia, karena kalau tidak salah PMI itu baru memiliki kepres, sampai sekarang belum ada UU-nya. Sementara, negara lain sudah memilikinya UU ini dibutuhkan karena bicara kemanusiaan, negara kita sering terjadi bencana," tambah Dede dalam pengantar rapat. ***

wwwwww