Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
9 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
2
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
3
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
17 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
4
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
6 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
5
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
7 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
11 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Badminton

Eva Sundari Bocorkan Politisi PDIP Wajib Sumbang Rp104 Juta untuk Ahok-Djarot: Gaji Kita yang Dipotong

Eva Sundari Bocorkan Politisi PDIP Wajib Sumbang Rp104 Juta untuk Ahok-Djarot: Gaji Kita yang Dipotong
Anggota DPR Fraksi PDIP, Eva Sundari. (istimewa)
Kamis, 09 Februari 2017 12:50 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi PDIP diwajibkan menyumbang Rp104 juta per orang untuk memenangkan pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat.

Kabar tersebut tidak dibantah, bahkan dibenarkan oleh politisi PDIP yang juga Anggota Komosi XI DPR RI.

"Kita diwajibkan untuk menyumbang dan itu dua kali bayaran. Dipotong dari gaji kita," kata politisi PDIP, Eva Kusuma Sundari di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (9/2/2017).

Selain diwajibkan menyumbang sebesar Rp104 juta, menurut Eva Sundari, setiap anggota DPR RI dari Fraksi PDIP juga diwajibkan untuk menyediakan segala macam peralatan kampanye di kelurahan masing-masing.

Dirinnya mengaku, sumbangan dan peralatan kampanye terasa berat.

"Tapi karena ini perintah ketua umum PDIP, harus kita jalankan. Lagipula pak Djarot kan kader PDIP," kata Eva Sundari.

Apakah kewajiban menyumbang ke paslon Gubernur DKI juga terjadi di kandidat lain?Ternyata menurut anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra Heri Gunawan, partainya tidak mewajibkannya.

"Tidak diwajibkan untuk menyumbang dalam memenangkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam pilkada DKI Jakarta," ujarnya.

"Kita hanya diimbau untuk menyumbang, tidak diwajibkan karena Gerindra menerapkan sistem relawan dan itu tidak bisa diukur dengan uang," bantahnya. ***

wwwwww