Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
9 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
8 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
8 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
9 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
12 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  PON

Hampir Dua Bulan Setelah Dicemari PT IIS, Sungai di Tanjung Pauh Masih Berwarna Hitam

Hampir Dua Bulan Setelah Dicemari PT IIS, Sungai di Tanjung Pauh Masih Berwarna Hitam
Warga sedang meninjau Sungai Pokahan yang tercemar beberapa waktu lalu oleh PT IIS, Kamis (9/2/2017) sore.
Kamis, 09 Februari 2017 21:48 WIB
Penulis: Wirman Susandi
TELUKKUANTAN - Air Sungai Pokahan di Tanjung Pauh, Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, masih berwarna hitam, sama seperti sejak pertama kali tercemar limbah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Inti Indosawit Subur (IIS) pada pertengahan Desember 2016 silam.

"Tak ada perubahan airnya, masih hitam seperti dulu. Padahal, tercemarnya sudah hampir dua bulan," ujar Andri, seorang warga Tanjung Pauh kepada GoRiau.com, Kamis (9/2/2017) sore.

Sepengatahuan Andri, pihak perusahaan belum melakukan normalisasi sungai. Padahal, mereka jelas telah melakukan pencemaran lingkungan.

"Itu sesuai dengan hasil laboratorium terhadap sampel limbah yang mencemari sungai tersebut," ujar Andri.

Untuk itu, ia meminta pemerintah daerah serius dalam menangani kasus pencemaran lingkungan oleh PT IIS.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kuansing Sungai Pokahan positif tercemar limbah PT IIS. Untuk itu, pemerintah akan memberikan teguran kepada perusahaan tersebut.

Secara terpisah, Sastra Febriawan, SP, MSi selaku Wakil Ketua Komisi B DPRD Kuansing menyatakan pemerintah tak cukup hanya memberi teguran tertulis saja. "Sebab, ini sudah melanggar undang-undang lingkungan hidup."

"Tentu ada unsur pidananya. Karena itu, kami minta aparat penegak hukum untuk mengusutnya," tegas Sastra. *** #KUANSING

Kategori:PON
wwwwww