Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
22 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
16 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
16 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
4
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Sepakbola
16 jam yang lalu
Gagal Curi Poin di Bandung, Mundari Karya: Kami Dihukum
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Penumpang Dikabarkan Meninggal Akibat Guncangan Hebat di Udara, Ini Jawaban Garuda Indonesia

Penumpang Dikabarkan Meninggal Akibat Guncangan Hebat di Udara, Ini Jawaban Garuda Indonesia
(dream.co.id)
Kamis, 09 Februari 2017 19:28 WIB
JAKARTA - Djafar Afghani (41), salah seorang penumpang, pada penerbangan pesawat Garuda GA 611 rute Makassar-Jakarta, Rabu (8/2/2017), dikabarkan meninggal akibat guncangan hebat di udara.

PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (Persero) membantah kabar tersebut. ''Tidak ada guncangan hebat,'' kata Vice President Corporate Communication Garuda, Benny S. Butarbutar, dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip dari dream.co.id.

Benny menjelaskan, pesawat Garuda GA 611 sebelumnya bertolak dari Makassar pukul 06.20 WITA dan mendarat di Jakarta pukul 07.45 WIB. Mendekati tujuan, seorang penumpang tiba-tiba jatuh pingsan.

Djafar Afghani merupakan penumpang yang duduk di kursi 22K. Awak pesawat sempat memberikan pertolongan pertama kepada Afghan.

''Sekitar 20 menit sebelum mendarat, penumpang mengalami pingsan,'' kata dia.

Pilot, ujar Benny, kemudian bertanya kepada para penumpang pesawat jika diantara mereka ada yang berprofesi sebagai dokter. Dia berkata ada seorang penumpang yang merupakan seorang dokter dan membantu memeriksa kondisi Afghan.

''Setelah melakukan pemeriksaan, dirasa perlu ada penanganan lebih lanjut (medical assistance) untuk pax (baca: passenger/penumpang) yang bersangkutan,'' kata dia.

Benny mengatakan awak pesawat menghubungi pihak Bandara Soekarno-Hatta untuk mendatangkan ambulans yang bertujuan mengantarkan penumpang ke Kantor Kesehatan Pelabuhan Soekaro-Hatta.

''Setibanya di Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekaro-Hatta, penumpang segera mendapatkan pemeriksaan dan tidak lama kemudian dokter yang melakukan pemeriksaan, menyatakan yang bersangkutan meninggal dengan diagnosis serangan jantung,'' kata dia.

Benny mengatakan maskapai BUMN ini telah mengikuti prosedur untuk menangani penumpang yang sakit. Selain memberikan tindakan responsif kepada Afghan, Garuda pun turut membantu mempersiapkan fasilitas penunjang untuk memulangkan jenazah.

''Tindakan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mengedepankan layanan terbaik kepada penumpang,'' kata dia.***

Editor:hasan b
Sumber:dream.co.id
Kategori:Badminton, PON, Olympic, Lingkungan
wwwwww