Komisi VII DPR: Tindak Tegas Pelanggar Aturan Restorasi Lahan

Komisi VII DPR: Tindak Tegas Pelanggar Aturan Restorasi Lahan
Ilustrasi kebakaran hutan. (istimewa)
Kamis, 16 Februari 2017 22:10 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Rofi Munawar, meminta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) harus tindak tegas terhadap perusahaan-perusahaan yang tidak melakukan proses restorasi akibat kebakaran hutan dan lahan di Tahun 2015.

"Penegakan hukum yang tidak tegas dan serius di sektor lingkungan akan semakin mendorong kerusakan yang lebih besar lagi. Karenanya, perlu ada langkah-langkah yang korektif dan koersif terhadap beragam pelanggaran baik secara personal maupun korporasi," tegas Anggota Komisi VII DPR RI Rofi Munawar di Jakarta, Kamis (16/2).

Diketahui, KLHK memberikan surat peringatan dan sanksi kepada sejumlah korporasi pemegang izin pemanfaatan usaha Hutan Tanaman Industri (HTI).

Hal itu karena tidak menjalankan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (Permen LHK) Nomor P.77/Menlhk-Setjen/2015 tentang Tata Cara Penanganan Areal Terbakar Dalam Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Pada Hutan Produksi.

Rofi berpandangan, pembiaran terhadap perusahaan-perusahaan yang tidak melakukan restorasi lahan akan menyebabkan preseden buruk di kemudian hari. Dimana lingkungan menjadi terdegradasi dan korporasi yang lalai dalam mendorong keberlanjutan lingkungan (environment sustainability).

"KLHK harus memiliki rencana yang sistematis dan alur yang jelas dalam penegakan hukum kasus Ini. Agar proses Ini memberikan kesempatan bagi perusahaan-perusahaan tersebut memenuhi persyaratan yang diminta. Jika tidak Ada itikad baik, maka sanksi administratif hingga tindakan pidana dapat ditempuh," ujar wakil rakyat PKS dari Daerah Pemilihan Jawa Timur ini.

Rofi meminta agar Perusahaan yang melakukan pelanggaran mau koorperatif dengan KLHK. Berdasarkan data dari Badan Restorasi Gambut (BRG), gambut yang akan direstorasi sampai lima tahun ke depan seluas 2, 679 juta hektar, dengan kawasan budidaya 2,3 juta hektar.

Dari 2,3 juta hektar (87%) itu, 1,2 juta hektar merupakan konsesi perkebunan dan kehutanan. Ironisnya, sekitar setengah juta hektar konsesi kebun dan kehutanan itu berada di kubah gambut, yang seharusnya masuk kawasan lindung baik di Riau, Sumsel, Kalimantan dan lainnya. ***


GoNews BNPB: Selain Riau dan Kalbar, Kebakaran Lahan dan Hutan Juga Meluas di Sumsel
GoNews BNPB: Kebakaran Lahan dan Hutan Terus Meluas di Kalbar, Riau, Sumut, Sumbar dan Daerah Lainnya
GoNews Sumsel Tetapkan Status Siaga Karhutla,1.500 Pasukan Disiagakan
GoNews Ketua Panja Karhutla DPR: SP3 Polda Riau Ibarat Mematikan Semut Pakai Bom
GoNews Api Meluas, Sebagian Daerah Rangsang Kepulauan Meranti Berubah Jadi Daratan Berasap
GoNews Keindahan Hutan Lindung Bukit Suligi di Rohul Kian Terancam Akibat Terbakar
GoNews Komisi IV Setujui Anggaran Kemen LHK dan BRG 2017 Sebesar Rp7 Triliun Lebih, Tak Ada Alasan Kurang Dana Awasi Hutan di Riau
GoNews Titik Panas di Riau Terus Meningkat, Satgas Udara Kerahkan Helikopter Padamkan Kebakaran di 3 Kabupaten
GoNews Soal SP3 Perusahaan Biang Asap Riau: Kalau KontraS atau Aktivis Lingkungan Mau Praperadilan, Saya Fasilitasi
GoNews Ancaman Kapolda Soal Aktivitas Perambahan Hutan di Riau: Ada yang Menghalangi Tangkap! Tokenya Sekalian
GoNews Temperatur Maksimal Capai 34 Derajat Celcius, 9 Titik Panas Muncul di Riau Pagi Ini
GoNews Hingga Oktober Ini, Sudah 95 Orang Jadi Tersangka Pembakar Lahan di Riau
GoNews Ini Jawaban Polda Riau Terkait Tudingan KontraS Soal Berkas SP3 Perusahaan Asap
GoNews KontraS Sebut Banyak yang Aneh Soal Dihentikannya Kasus 15 Perusahaan Biang Asap di Riau: Siapa yang Bohong?
GoNews Area Dekat Cagar Biosfer Membara, Satgas Udara Kerahkan 4 Helikopter ke Rohil dan Bengkalis
GoNews Soal Asap Riau, Pangdam I Bukit Barisan: Dulu Saya ke Medan Harus Lewat Sumbar, Sekarang..
GoNews 4 Hekilopter dan Pesawat Bom Air Dikerahkan ke Rohil untuk Padamkan Api
GoNews Simak, Ini Dia 6 Helikopter Paling Tangguh Selama Operasi Bom Air di Riau
wwwwww