Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
Nasional
23 jam yang lalu
Gagasan Kehadiran Staf Khusus Presiden Bidang Keolahragaan Memperkuat Ekosistem Olahraga
2
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
3
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
DKI Jakarta
23 jam yang lalu
Pengprov MPI DKI Jakarta Siap Sukseskan PON Pantai 2026
4
STY Pastikan Motivasi Persija Jakarta Tetap Terjaga
Sepakbola
24 jam yang lalu
STY Pastikan Motivasi Persija Jakarta Tetap Terjaga
5
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
21 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
6
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Sepakbola
22 jam yang lalu
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Home  /  Berita  /  Badminton

Akses Riau-Sumbar Terputus, Spekulan Diminta Rasional Tetapkan Harga Pangan

Akses Riau-Sumbar Terputus, Spekulan Diminta Rasional Tetapkan Harga Pangan
Longsor perbatasan Riau-Sumbar. (istimewa)
Jum'at, 03 Maret 2017 20:27 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Pasca terjadi bencana longsor di perbatasan Provinsi Riau dan Sumatera Barat, Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman mengkhawatirkan kelancaran distribusi pangan antar dua provinsi ini. Pasalnya, beberapa ruas jalan baik dari arah Riau ke Sumbar maupun sebaliknya dalam kondisi terputus.

"Kita berharap pedagang kebutuhan bahan pokok jangan langsung menaikkan harga. Kalau masih ada stok, jangan langsung dinaikkan harganya," kata Andi Rachman kepada GoRiau.com di VIP Lancang Kuning, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Jumat (3/3/2017) malam.

Orang nomor satu di Riau ini pun mengimbau para spekulan untuk tidak memperhitungkan pertambahan harga angkut pangan secara berlebihan.

"Ongkos angkutnya yang rasional lah. Kita akan minta Dinas Koperasi, Perdagangan dan UKM untuk turun ke pasar bersama Bulog," tuturnya.

Akibat bencana tanah longsor ini, sebagian pengguna jalan dilaporkan terjebak di sekitar jalan yang terdampak longsor. Bahkan, salah seorang warga mengeluhkan tidak ada bantuan seperti suplay makanan dan alat berat untuk membuat jalan alternatif sementara.

Terkait hal itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kampar Santoso menyatakan, saat ini pihaknya sudah mengirim sejumlah alat berat yang disiagakan di perbatasan Riau-Sumbar.

"Kalau soal suplay makanan, kebetulan kita belum dapat info. Kalau alat berat, kita sudah disiagakan 24 jam menjaga daerah rawan longsor seperti Eskavator, buldozer dan dump truck disiagakan Dinas terkait di sana," ujar Santoso saat dikonfirmasi GoNews.co, Jumat (3/3/2017) sore.

Pihaknya juga mengaku sudah siaga, untuk daerah-daerah rawan bencana longsor terutama jalur lintas Riau-Sumatera Barat, tepatnya di Dusun Rantau Berangin, Desa Merangin dan Kuok.

Sementara terkait tidak adanya suplay makanan seperti yang dilaporkan warga, pihaknya mengaku untuk wilayah terdampak khususnya di Kabupaten Kampar, dirinya memastikan tidak ada warga yang terjebak.

"Kalau warga di wilayah Kampar tidak ada. Namun titik longsor ini ada tiga lokasi, di Kampar itu sekitar 7 KM di Desa pangkalan saat ini memang kita akui Tim SAR dari Pekanbaru yang membantu kita juga belum bisa masuk," tukasnya.

Namun sambungnya, dua titik lagi adalah wilayah Sumatera Barat, yakni di patung kuda atau panorama, tepatnya Kecamatan pangkalan Sumbar.

"Kalau yang dari Sumbar ada dua titik longsor, panorama, patung kuda dan Koto Alam. Mungkin kalau dari arah Sumbar ada warga mau ke Riau bisa saja terjebak disana, tapi kalau makanan insya allah di situ banyak warung dan rumah warga," paparnya.

Lokasi tersebut kata dia memeng dikenal sebagai lokasi yang cukup rawan bencana longsor mengingat kontur jalan berbatasan dengan tebing curam.Daerah rawan longsor yang harus diwaspadai di wilayah tersebut adalah KM 77 hingga KM 82.

Dia mengatakan saat ini longsor telah terjadi di jalan lintas Sumatera Barat menuju Riau tepatnya di Nagari Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar.

Selain longsor, banjir setinggi satu meter juga menggenangi jalur penghubung dua Provinsi bertetangga itu, atau tepat di Nagari Pangkalan, Kabupaten Lima Puluh Kota. "Jadi intinya kita masih tetap melakukan pemantauan dan berusaha masuk ke titik longsor yang memang masuk bagian wilayah kita," pungkasnya. ***

wwwwww