Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Catatan Kritis Anis Byarwati Tentang Omnibus Law
DPR RI
7 jam yang lalu
Catatan Kritis Anis Byarwati Tentang Omnibus Law
2
Koperasi dan UMKM Jadi Penyelamat Resesi Ekonomi Kata Fahri Hamzah
Ekonomi
7 jam yang lalu
Koperasi dan UMKM Jadi Penyelamat Resesi Ekonomi Kata Fahri Hamzah
3
HNW: Sidang Tahunan Bukti MPR Taat Aturan
MPR RI
7 jam yang lalu
HNW: Sidang Tahunan Bukti MPR Taat Aturan
4
MPR Akan Gelar Sidang Tahunan Dengan Protokol Kesehatan
MPR RI
7 jam yang lalu
MPR Akan Gelar Sidang Tahunan Dengan Protokol Kesehatan
5
Sidang Tahunan MPR RI, Fadel Muhammad: Pidato Presiden Harus Beri Harapan
MPR RI
6 jam yang lalu
Sidang Tahunan MPR RI, Fadel Muhammad: Pidato Presiden Harus Beri Harapan
6
Jokowi Sudah Teken PP Gaji ke-13 PNS, Paling Lambat Cair Pekan Depan, Ini Besarannya
Nasional
21 jam yang lalu
Jokowi Sudah Teken PP Gaji ke-13 PNS, Paling Lambat Cair Pekan Depan, Ini Besarannya
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Masuk Bulan Ramadan, Jengkol Jadi Barang Mewah di Jambi, Harganya Tembus Rp120 Ribu Per Kilogram

Masuk Bulan Ramadan, Jengkol Jadi Barang Mewah di Jambi, Harganya Tembus Rp120 Ribu Per Kilogram
Ilustrasi. (net)
Minggu, 28 Mei 2017 04:39 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAMBI - Jengkol bak marang mewah masuk bulan suci ramadan tahun ini. Harga yang dijual di tingkat pedagang di pasar tradisional Simpang Pulai, Kota Jambi tembus Rp 120.000 per kilogram. Hal ini disebabkan karena pasokan yang terlalu sedikit.

"Harga satu kilo jengkol Rp120.000, sudah satu sepekan kami tidak mendapat pasokan jengkol sehingga harganya tinggi," kata Dani, salah satu pedagang jengkol di Pasar Simpang Pulai, Kota Jambi, seperti dilansir Antara, Sabtu (27/5).

Kenaikan harga jengkol yang terjadi itu menurut sejumlah pedagang karena komoditas tersebut saat bulan Ramadan belum memasuki masa panen. Sehingga pedagang sulit mendapat pasokan dari luar daerah.

"Saat ini pasokan jengkol yang ada di Kota Jambi masih dipasok dari Lampung dan Palembang," jelas Dani.

Meskipun bukan sebagai bahan makanan utama, namun buah yang memiliki rasa dan bau yang khas itu masih menjadi makanan favorit warga sebagai lauk atau campuran masakan yang dihidangkan untuk berbuka puasa.

Mahalnya harga jengkol itu menyebabkan masyarakat terpaksa membeli dalam bentuk biji yang dihargai per biji Rp 2.000.

"Karena mahal, masyarakat belinya tidak kiloan, tapi lebih sering membeli dalam bentuk biji," katanya.

Sementara itu pantauan di pasar tradisional Angsoduo, harga jengkol juga hampir berimbang dengan daging yakni mencapai Rp 120.000. Meroketnya harga jengkol karena penjualan berkurang setiap harinya, biasanya pedagang dapat menjual hingga puluhan kilogram, namun saat ini perhari hanya menjual 5 sampai 10 kilogram saja. ***

Sumber:Antara
Kategori:Jambi, Ekonomi, Umum, GoNews Group

wwwwww