Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Banyak Masyarakat Terjebak Pinjaman Online, Ini Catatan DPR Untuk APFI dan OJK
Politik
14 jam yang lalu
Banyak Masyarakat Terjebak Pinjaman Online, Ini Catatan DPR Untuk APFI dan OJK
2
Jumlah Pasien Covid Tak Imbang dengan Jumlah Nakes, Negara Wajib Hadir
Politik
14 jam yang lalu
Jumlah Pasien Covid Tak Imbang dengan Jumlah Nakes, Negara Wajib Hadir
3
Pemerintah Didesak Tetapkan OPM sebagai Organisasi Teroris
Peristiwa
13 jam yang lalu
Pemerintah Didesak Tetapkan OPM sebagai Organisasi Teroris
4
Pemerintah Diminta Tegas dan Tak Tebang Pilih Tegakkan Protokol Kesehatan
Kesehatan
12 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Tegas dan Tak Tebang Pilih Tegakkan Protokol Kesehatan
5
Selalu Gratiskan Biaya Berobat Santri, Dr Andriani Wafat saat Gempa Guncang Mamuju
Peristiwa
12 jam yang lalu
Selalu Gratiskan Biaya Berobat Santri, Dr Andriani Wafat saat Gempa Guncang Mamuju
6
Sinergikan SDGs, Gus Menteri Minta Desa Lakukan Pendataan secara Mikro
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Sinergikan SDGs, Gus Menteri Minta Desa Lakukan Pendataan secara Mikro
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Masuk Bulan Ramadan, Jengkol Jadi Barang Mewah di Jambi, Harganya Tembus Rp120 Ribu Per Kilogram

Masuk Bulan Ramadan, Jengkol Jadi Barang Mewah di Jambi, Harganya Tembus Rp120 Ribu Per Kilogram
Ilustrasi. (net)
Minggu, 28 Mei 2017 04:39 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAMBI - Jengkol bak marang mewah masuk bulan suci ramadan tahun ini. Harga yang dijual di tingkat pedagang di pasar tradisional Simpang Pulai, Kota Jambi tembus Rp 120.000 per kilogram. Hal ini disebabkan karena pasokan yang terlalu sedikit.

"Harga satu kilo jengkol Rp120.000, sudah satu sepekan kami tidak mendapat pasokan jengkol sehingga harganya tinggi," kata Dani, salah satu pedagang jengkol di Pasar Simpang Pulai, Kota Jambi, seperti dilansir Antara, Sabtu (27/5).

Kenaikan harga jengkol yang terjadi itu menurut sejumlah pedagang karena komoditas tersebut saat bulan Ramadan belum memasuki masa panen. Sehingga pedagang sulit mendapat pasokan dari luar daerah.

"Saat ini pasokan jengkol yang ada di Kota Jambi masih dipasok dari Lampung dan Palembang," jelas Dani.

Meskipun bukan sebagai bahan makanan utama, namun buah yang memiliki rasa dan bau yang khas itu masih menjadi makanan favorit warga sebagai lauk atau campuran masakan yang dihidangkan untuk berbuka puasa.

Mahalnya harga jengkol itu menyebabkan masyarakat terpaksa membeli dalam bentuk biji yang dihargai per biji Rp 2.000.

"Karena mahal, masyarakat belinya tidak kiloan, tapi lebih sering membeli dalam bentuk biji," katanya.

Sementara itu pantauan di pasar tradisional Angsoduo, harga jengkol juga hampir berimbang dengan daging yakni mencapai Rp 120.000. Meroketnya harga jengkol karena penjualan berkurang setiap harinya, biasanya pedagang dapat menjual hingga puluhan kilogram, namun saat ini perhari hanya menjual 5 sampai 10 kilogram saja. ***

Sumber:Antara
Kategori:Jambi, Ekonomi, Umum, GoNews Group
wwwwww