Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
17 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
17 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
8 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
17 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
17 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
17 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Riau

Darurat Narkoba, Gubernur Riau Ajak Pramuka Perangi Sindikat 'Barang Haram'

Darurat Narkoba, Gubernur Riau Ajak Pramuka Perangi Sindikat Barang Haram
Gubri, H Arsyadjuliandi Rachman.
Kamis, 20 Juli 2017 11:57 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Darurat narkoba di tanah air menyita perhatian dan keprihatinan semua pihak, termasuk juga Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman. Apalagi perkembangan Provinsi Riau, khususnya Kota Pekanbaru yang semakin metropolis. Sehingga dikhawatirkan bisa saja secara diam-diam 'dijajah' oleh peredaran barang haram tersebut.

Pria yang akrab disapa Andi Rachman itu pun mengajak seluruh anggota Pramuka untuk bersama-sama memerangi penyakit masyarakat itu.

"Indonesia sudah darurat narkoba. Mari kita perangi sama-sama, karena ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi kita semua," tegas Gubri saat menyampaikan sambutan pada acara Pelantikan Pengurus Gugus Darma Bina Widya Kota Pekanbaru di Gedung Daerah, Pekanbaru, Kamis (20/07/2017) pagi.

Anggota Pramuka, tegas Gubri, ikut bertanggung jawab membentuk generasi muda yang unggul bebas narkoba dan jauh dari pergaulan bebas.

Seperti diketahui, angka penyalahgunaan narkoba terus meningkat. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir Indonesia tidak hanya menjadi transit dan tujuan peredaran narkoba.

Indonesia juga sudah menjadi pasar sangat potensial sekaligus produsen narkoba.

Pengguna narkoba di Indonesia tercatat hampir 6 juta jiwa. Setiap tahun, sekitar 15 ribu jiwa melayang karena kasus narkoba. Pengguna narkoba paling banyak berada di usia produktif 24-30 tahun. (adv)

Kategori:Voli, Riau
wwwwww