Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
2
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
Politik
18 jam yang lalu
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
3
Revisi UU Pemilu, 'Ada Penumpang' di Ambang Batas Parlemen
DPR RI
20 jam yang lalu
Revisi UU Pemilu, Ada Penumpang di Ambang Batas Parlemen
4
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
Politik
18 jam yang lalu
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
5
Berangkatkan 43 Ribu PMI, BP2MI Masih Koordinasi dengan Kemenaker dan Gugus Tugas Covid-19
Ekonomi
18 jam yang lalu
Berangkatkan 43 Ribu PMI, BP2MI Masih Koordinasi dengan Kemenaker dan Gugus Tugas Covid-19
6
Pemain Persib Bandung Negatif Covid 19 dari Hasil Swab
Sepakbola
19 jam yang lalu
Pemain Persib Bandung Negatif Covid 19 dari Hasil Swab
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Mengajar di Pulau Terpencil, Seorang Guru SD Tewas Ditelan Ombak Saat Ingin Pulang ke Rumah

Mengajar di Pulau Terpencil, Seorang Guru SD Tewas Ditelan Ombak Saat Ingin Pulang ke Rumah
Ilustrasi ditelan ombak. (merdeka.com)
Minggu, 30 Juli 2017 09:05 WIB
PONTIANAK - Dermawan, seorang guru yang mengajar di pulau terpencil, ditemukan tewas, Sabtu (29/7), setelah terjatuh dari kapal penangkap ikan yang ia tumpanginya Kamis (27/7) malam.

Dermawan merupakan pegawai negeri sipil (PNS) yang mengajar di di SDN 03 Kelumpang Pulau Maya Karimata, Kepulauan Kabupaten Kayong Utara, Kalbar.

Komandan Tim Basarnas Asmayadi yang ikut melakukan pencarian korban saat dihubungi dari Pontianak, mengatakan, pencarian selama dua hari tersebut sempat terkendala oleh ombak yang cukup tinggi.

Hal itu ditambah lagi jarak tempuh menuju lokasi tempat korban jatuh memerlukan waktu hingga 90 menit dengan menerjang ombak laut, sehingga cukup menyulitkan proses pencarian korban.

''Kalau cuaca untuk hari ini saja hampir dua meteran ombaknya, korban yang sudah ditemukan warga akan kita jemput dan akan kita bawa ke rumah duka di Sungai Awan Ketapang sesuai dengan permintaan warga,'' jelasnya, dikutip dari Antara.

Jasad Dermawan, warga Sungai Awan ini ditemukan sudah tidak bernyawa pada Sabtu (29/7) pagi setelah keluarga, masyarakat dan Tim SAR melakukan penyisiran selama dua hari.

Dari keterangan pesan singkat yang dikirimkan oleh korban kepada istrinya yang bernama Susi, korban hendak pulang ke Sungai Awan Kabupaten Ketapang menggunakan kapal penangkap ikan dari tempat ia mengajar di SDN 03 Kelumpang Pulau Maya Karimata.

Namun naas, korban tergelincir dan jatuh dari kapal yang ia tumpangi. Nakhoda kapal beserta anak buah kapal (ABK) sempat melakukan pencarian malam itu juga di lokasi korban jatuh, namun sayang tidak membuahkan hasil.

''Tidak lama kemudian, saya dihubungi oleh Kepala Sekolah SDN 3 Kelumpang dan memberitahu kalau suami saya terpeleset dan jatuh ke laut. Nakhoda panik dan mencari korban, namun sayang malam itu tidak bisa ditemukan,'' ujar istri korban Susi.

Pencarian dilanjutkan pada hari Jumat, (29/7), dengan bantuan anggota Polsek Pulau Maya Karimata, Basarnas dan masyarakat nelayan Tanjung Satai.

Namun pencarian korban tersebut masih tidak membuahkan hasil dan terpaksa dihentikan karena cuaca dengan gelombang yang sangat tinggi.

Korban baru berhasil ditemukan oleh dua orang nelayan pada Sabtu (29/7), pukul 08.00 WIB di sekitar laut Tanjung Satai.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Kalimantan Barat

wwwwww