Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Eva Yuliana Kutuk Pembunuhan terhadap Editor MetroTV
DPR RI
19 jam yang lalu
Eva Yuliana Kutuk Pembunuhan terhadap Editor MetroTV
2
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
MPR RI
6 jam yang lalu
Skandal Jiwasraya, Bamsoet Desak OJK Dibubarkan
3
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
Pendidikan
5 jam yang lalu
Terdampak Pandemi, Pimpinan MPR Desak Pemerintah Cairkan Anggaran untuk Pesantren
4
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
Politik
2 jam yang lalu
Dapat Gelar Doktor, Gus Jazil Minta Menteri Halim Terus Perjuangkan Masyarakat Desa
5
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
Ekonomi
2 jam yang lalu
Dukung Startup Buatan Budak Melayu, Gubernur Syamsuar Resmi Launching JualBuy.com
6
Andri Muladi Siap Penuhi Panggilan Borneo FC
Sepakbola
3 jam yang lalu
Andri Muladi Siap Penuhi Panggilan Borneo FC
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Berikan Motivasi Peserta Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar, Oso: Punya Niat Enggak Jadi Presiden?

Berikan Motivasi Peserta Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar, Oso: Punya Niat Enggak Jadi Presiden?
Oesman Sapta saat sesi foto bersama dengan peserta lomba. (GoNews.co/Muslikhin)
Kamis, 10 Agustus 2017 20:36 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI yang juga Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang memberikan motivasi kepada seluruh peserta Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI di Gedung Nusantara V, Senayan, Jakarta, Kamis (10/8/2017), sore.

Dihadapan para peserta dari 34 SLTA yang mewakili 34 provinsi itu, pria yang akrab disapa Oso ini mengatakan bahwa mereka semua patut berbangga diri.

"Kalian sampai kesini saja udah boleh bangga. Apa lagi kalau kalian menang. Anak-anak, saya bangga sama kalian. Jadi jangan grogi dan minder. Jangan merasa dari daerah, merasalah sebagai orang kota," kata Oso.

Oso juga berharap semua siswa yang hadir dalam ruangan itu kelak bisa menjadi pemimpin negeri ini. Namun untuk itu, mereka harus rajin belajar, bekerja keras, selalu berdoa dan tetap menghormati kedua orang tua masing-masing, terutama ibu.

"Saya juga dari kampung jauh terpencil di pinggir pantai nan indah, namanya Sukadana. Bapak saya meninggal saat umur saya 8 tahun. Saya dibesarkan oleh ibu hanya dengan menjahit pakaian," kenang Oso.

Namun, ketika itu, dia mengaku sangat ingin membantu meringankan beban Sang Ibunda. Untuk itu, dia pun bekerja dengan berjualan rokok."Tapi waktu itu banyak yang ngutang. Akhirnya umum 14 tahun saya jadi kuli pikul. Disitu saya bisa punya uang dan membelikan ibu baju," tandasnya.

Dia menceritakan itu kata Oso, bukannya tanpa alasan. Dia mengaku mengaku menceritakan kisah tersebut untuk memberikan semangat kepada anak bangsa agar mereka bisa menjadi orang sukses, bahkan menjadi pemimpin negeri ini. Apalagi jika hidup mereka tidak seberat kehidupan Oso semasa kecil dulu. Paling tidak kata dia menjadi pemimpin di daerahnya masing-masing.

"Tapi, kepintaran itu tidak menjadi akurat bilamana tidak ada ketulusan. Dan ketulusan tidak akan terjadi kalau tidak ada hati nuraninya," tandasnya.

Oso dalam kesempatan itu berdoa dan berharap agar anak-anak muda itu menjadi pemimpin. "Punya niat nggak jadi Presiden?," tanyanya. "Punya," teriak perserta secara serempak.

Dalam pesannya, Oso juga berharap agar anak muda jangan sampai terkena narkoba. Karena menurutnya bila terkena narkoba akan membuat orangtua menderita.

"Orangtua akan menderita kalau anaknya terkena narkoba. Jangan sekali -kali sakiti ibumu. Bila terkena narkoba nanti kalian akan berbohong pada orangtua, guru, teman, dan pada semua. Berbohong karena untuk mendapatkan kembali narkoba. Tapi saya bersyukur peserta LCC tak ada yang kena narkoba," ungkapnya.

Lebih lanjut Oso kemudian berjanji akan menyaksikan secara langsung final dari Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI.***


wwwwww