Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
2
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Tegaskan Pentinya Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati di Wirasena Youth Camp 2026
3
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
Sepakbola
4 jam yang lalu
Tampil Spartan, Marcelo Djalo Terpaksa Ganti Sepatu Yang Jebol
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
4 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
5 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
6
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Kemenpora
11 jam yang lalu
Momentum HSP, Menpora Erick Hadiri Penghargaan Katadata Lifetime Achievement Award 2026
Home  /  Berita  /  PON

Ayah Kerja Serabutan, Begini Kehidupan Orangtua Bayi 4 Bulan Penderita Penyakit Kulit Aneh di Riau

Ayah Kerja Serabutan, Begini Kehidupan Orangtua Bayi 4 Bulan Penderita Penyakit Kulit Aneh di Riau
Kondisi bayi laki-laki bernama Hafizi yang menderita penyakit aneh
Kamis, 17 Agustus 2017 08:23 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Kondisi bayi bernama Muhammad Alhafizi yang baru berusia empat bulan, anak dari pasangan Musdianto dan Dewei Lestari ini membuat banyak orang prihatin. Kenapa tidak, kulit disekujur tubuhnya mengelupas, retak-retak dan memerah, tanpa diketahui penyebabnya.

Belum cukup disitu, hasil penelusuran GoRiau.com, ternyata kondisi ekonomi orangtua Hafizi tergolong masyarakat kurang mampu. Rumahnya yang beralamat di Desa Lubuk Sakat Kecamatan Perhentian Raja Kabupaten Kampar, Provinsi Riau juga hasil bantuan pemerintah setempat.

Sekretaris Desa (Sekdes) Lubuk Sakat Roni Saba menceritakan, setahunya, Musdianto (Ayah kandung Hafizi, red) cuma bekerja serabutan. Kadang mencari ikan hingga bongkar muat. "Tidak menentu pekerjaannya. Mana yang ada kerjaan dikerjakan," sebutnya berbincang dengan GoRiau.com.

"Dia (Keluarga, red) masuk keluarga miskin, dia dapat KIS (Kartu Indonesia Sehat) dan PKH (Program Keluarga Harapan), itu program pemerintah pusat untuk bantuan bagi warga kurang mampu," lanjut Roni menjelaskan.

Sementara rumah yang mereka huni juga bantuan layak huni dari pemerintah Kabupaten Kampar. Luasnya kira-kira 6X6 meter saja. "Bantuan dari Pemkab Kampar. Kalau istrinya asli sini. Mereka sudah cukup lama tinggal di kampung kita, anaknya saja ada yang sudah SMP," ungkapnya.

Roni berharap, ada uluran tangan berupa bantuan bagi keluarga Hafizi ini. Mungkin itu alasan Musdianto membawa anak tercintanya untuk berobat kampung selama ini, lantaran tidak punya biaya. "Mungkin salah satunya karena tidak punya biaya," kata dia.

Ia dan warga serta tokoh masyarakat setempat sudah berupaya maksimal untuk meringankan beban keluarga Musdianto, pasca sakit yang diderita anaknya Hafizi. Bahkan sebelumnya, warga bersama-sama menggalang dana dari rumah ke rumah, sekedar membantu biaya pengobatan penyakit yang dideritanya.

"Kita juga berupaya, tokoh dan warga setempat menggalang dana, datang ke rumah-rumah mengumpulkan bantuan, kalau biaya ke Pekanbaru Alhamdulillah dibantu tokoh masyarakat, untuk keperluan sehari-hari selama di sana (Di RS, red) Insya Allah cukup," pungkas Roni.

Diberitakan sebelumnya, Hafizi mengidap penyakit kulit yang cukup aneh. Itu baru muncul saat usianya menginjak tiga bulan. Dari wajah sampai ke kaki, kulitnya mengelupas, retak-retak dan memerah. Kabarnya, bayi berusia empat bulan tersebut sudah dibawa berobat ke RSUD Pekanbaru, kemarin. ***

Kategori:Olympic, PON
wwwwww