Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
20 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
16 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
13 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
18 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
20 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Home  /  Berita  /  Riau

Berbahaya! Proxy War Ancam Generasi Muda di Riau

Berbahaya! Proxy War Ancam Generasi Muda di Riau
Ilustrasi. (Internet)
Kamis, 28 September 2017 11:56 WIB
Penulis: Riska Ridha Yanti
PEKANBARU - Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi ternyata dapat menimbulkan ancaman yang tidak berbentuk (proxy war) yang membahayakan bagi generasi muda di Provinsi Riau.

"Zaman dulu Indonesia dijajah oleh bangsa lain, tapi saat ini ancaman yang kita hadapi itu seperti pasar bebas, pengaruh budaya luar, jaringan narkoba, jaringan terorisme dan radikalisme, berita hoax dan merajalelanya koruptor," ujar DHD Kejuangan 45, H AW Pohan dalam acara Sosialisasi Pembudayaan Jiwa, Semangat Nilai Kejuangan 45, di Gedung Juang 45, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau, Kamis (28/9/2017).

Sementara itu, Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman yang diwakili oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Riau, H Kasiarudin mengajak generasi muda untuk menanamkan nilai-nilai yang menjadi jati diri generasi muda sebagai penerus bangsa.

"Semangat juang, patriotisme, dan nasionalisme harus dilestarikan dan diwariskan. Ini merupakan dasar karakter bagi generasi muda. Jangan sampai terjerumus oleh perdaran narkoba dan pergaulan bebas" ungkapnya.

Kasiarudin membenarkan adanya perang tanpa bentuk tersebut. Dapat melalui isu-isu demokratis, Hak Asasi Manusia (HAM) dan isu gender sehingga harus berhati-hati dengan proxy war.

"Hancurnya bangsa karena tidak mampu mengelola diri. Tapi dengan nilai yang dimiliki generasi muda, itu semua dapat dilalui. Nilai itu adalah Pancasila," tuturnya. ***

Editor:Ratna Sari Dewi
Kategori:Voli, Riau
wwwwww