Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
18 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
4
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
16 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Beladiri

Pasca Digagalkannya Peredaran Narkoba Senilai Rp5,4 Miliar, Kapolda Riau Intruksikan Polresta 'Bidik' Kampung Dalam

Pasca Digagalkannya Peredaran Narkoba Senilai Rp5,4 Miliar, Kapolda Riau Intruksikan Polresta Bidik Kampung Dalam
Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto, Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo dan Kasat Narkoba Kompol Dedi Herman, saat menggelar jumpa pers di Mapolresta, Selasa siang terkait pengungkapan Narkoba senilai Rp5,4 Miliar (Foto: Chairul Hadi)
Kamis, 28 September 2017 10:28 WIB
Penulis: Chairul Hadi
PEKANBARU - Kapolda Riau Brigjen Nandang mengapresiasi kinerja jajaran Polresta Pekanbaru, setelah berhasil menggagalkan peredaran 3 Kilogram Sabu serta 8.000 butir Pil Ekstasi bernilai Rp5,4 Miliar, di mana salah seorang pelaku berinisial AD terpaksa ditembak kakinya lantaran berupaya melarikan diri.

Pengungkapan peredaran Narkoba bernilai Rp5, Miliar itu pun jadi yang terbesar dilakukan Polresta Pekanbaru sepanjang 2017. Tak ingin terputus sampai di situ saja, Jenderal bintang satu ini pun mengintruksikan jajarannya untuk 'menghabisi' peredaran Narkoba di Kampung Dalam, yang dikenal kerap jadi lokasi transaksi barang haram tersebut.

"Saya apresiasi kinerja jajaran Polresta Pekabaru, saya harap nanti bisa lebih daripada itu, termasuk di Kampung Dalam kalau perlu juga dihabisi. Bukan orangnya yang dihabisi, tapi peredaran Narkobanya," ungkap dia saat berbincang dengan GoRiau.com.

Provinsi Riau diakui Brigjen Nandang memang rawan jadi transit dan peredaran gelap Narkotika, mengingat kawasannya yang terdiri dari perairan, di mana cukup banyak pelabuhan tikus. Tentunya itu jadi pintu masuk bagi para pengedar untuk menyusupkan barang haramnya.

"Perairan kita rawan, itu kenyataannya. Narkoba bisa masuk di mana saja. Saya sudah perintahkan Polair untuk melakukan patroli, tidak hanya saat siang hari saja, melainkan juga malam. Agar itu diintensifkan. Bila perlu setiap kapal lewat (Kapal Kayu, red) diperiksa muatannya," tegasnya.

"Pelabuhan tikus juga perlu untuk diawasi. Tapi untuk mengawasi setiap jengkal tentu perlu maksimal, nah jumlah petugas (Polri, red) kita belum sebanyak itu. Jadi bagaimana caranya agar dioptimalkan. Bahkan harapan saya agar setiap desa ada polisinya saja belum bisa terwujud karena keterbatasan personel itu," tutup Nandang.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Reserse Narkoba Polresta Pekanbaru yang dibackup Direktorat Narkoba Polda Riau berhasil mengamankan 3 Kilogram Sabu dan 8.000 butir Pil Ekstasi dari tangan dua orang berinisial Ed dan AD. Mereka diciduk Senin lalu di dua lokasi terpisah.

Ed ditangkap di Jalan Lintas Maredan Tenayan Raya. Ketika itu diketahui kalau dirinya tengah membawa Narkoba dari Bengkalis dengan jumlah besar. Setelahnya, giliran AD ditangkap di belakang Purna MTQ Pekanbaru. Ia terpaksa ditembak karena berupaya melarikan diri.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Susanto menyebutkan, Modusnya dengan menggunakan jalur darat dari Bengkalis ke Pekanbaru memakai sepeda motor. Jika Narkotika ini beredar, bisa bikin teler 26 ribu orang. ***

Kategori:Beladiri
wwwwww