Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
12 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
5
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
11 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
6
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Sepakbola
12 jam yang lalu
Rizky Ridho Sebut TC di Bali Perkuat Kekompakan Timnas Indonesia
Home  /  Berita  /  Sumatera Utara

Puluhan Alat Mesin Pemanen Padi Dibagikan kepada Gapoktan se-Sumut

Puluhan Alat Mesin Pemanen Padi Dibagikan kepada Gapoktan se-Sumut
Jum'at, 29 September 2017 10:32 WIB

Pantai Labu-Sebanyak 57 alat mesin pemanen padi (rice combine harvester) diberikan Kementerian Pertanian kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) se Sumut. Alat tersebut guna membantu petani untuk memotong padi yang selama ini masih secara manual.

Kabid Sarana dan Prasarana Pertanian Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Jonni Akim Purba, menjelaskan, bantuan alat mesin pemanen padi ini diberikan atas permohonan dari Gapoktan. Sehingga diharapkan ke depannya setiap Gapoktan se Sumut dapat membeli alat mesin tersebut dengan sendirinya, karena memang sangat membantu efisiensi petani.

"Alat mesin pemanen padi ini dapat memotong patang padi hingga memisahkan antara batang dan gabah seluas 4 hektar perharinya. Jadi sangat membantu petani dan mengurangi biaya pro9duksi dengan menggaji buruh menyabik petani secara manual," ujarnya kepada wartawan di sela-sela pelatihan alat rice combine harvester di Desa Durian, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang.

Dijelaskannya, 57 alat unit tersebut dibagikan di 20 kabupaten/kota se Sumut dan ini merupakan bantuan tahun ke dua yang diberikan Kementerian Pertanian untuk di Sumut.

"Jadi hari ini kita serahkan alat mesinnya dan dibuat pelatihan kepada Gapoktan se Sumut. Harapan kita selanjutnya bisa dibeli oleh kelompok tani. Untuk harga mesin ini berkisar Rp 400 juta," kata Jonni.

Ditambahkannya, poses panen padi akan menjadi lebih efektif dan mudah dengan menggunakan salah satu alat pertanian ini. Pisau pemotong pada bagian depan, yang memiliki fungsi untuk memotong batang padi, selain itu juga memiliki sisir yang berguna untuk mengambil batang padi sehingga mengarah ke dalam bucketnya untuk dipotong.

"Proses panen padi akan menjadi lebih efektif dan mudah. Pada saat yang sama antara batang dan gabah akan dibuang di tempat yang terpisah, dan saat gabah keluar ada operator yang sudah siap dengan karung untuk menadah saat gabah keluar," jelasnya.

Editor:Wen
Sumber:medanbisnis
Kategori:Sumatera Utara, Ekonomi
wwwwww