Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
Kemenpora
17 jam yang lalu
Menpora Erick Minta Dunia Fotografi Harus Bertransformasi di Pameran Foto Spirit de Indonesia
2
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
Sepakbola
16 jam yang lalu
Persijap Yakin Segara Bangkit Usai Gagal Kalahkan Garudayaksa FC
3
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
Sepakbola
16 jam yang lalu
Ivan Mamut Pastikan Kemenangan Persija atas Persebaya
4
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
Umum
17 jam yang lalu
MA Anulir Suket SMA Gibran Rakabuming, Publik Soroti Sikap KPU dan Ancaman Pemakzulan
5
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
24 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
6
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎Kolaborasi PAM Jaya dan Pemkot Jaktim Hadirkan Arena Tinju Kampung Melayu
Home  /  Berita  /  Voli

Wuih, Setiap Hari Ada 3 Perceraian di Kampar Riau, Tahun Ini Bisa Diatas 1.000 Kasus

Wuih, Setiap Hari Ada 3 Perceraian di Kampar Riau, Tahun Ini Bisa Diatas 1.000 Kasus
Perceraian (ilustrasi)
Selasa, 17 Oktober 2017 12:50 WIB
Penulis: Syawal Jose
BANGKINANG - Entah apa sebabnya, yang jelas, berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Kampar, Riau, angka perceraian di daerah ini sangat tinggi. Bahkan belum setahun angkanya sudah mencapai 971 perceraian, dan hingga akhir 2017 diperkirakan lebih 1.000 kasus perceraian. Jika dikalkulasikan, dengan asumsi 360 hari dalam setahun, maka setiap hari ada minimal tiga kasus perceraian.

''Jumlah perceraian di daerah kita ini sangat tinggi. Angkanya luar biasa, bahkan melebihi alokasi satu kursi DPRD,'' ungkap Bupati Kampar Azis Zainal saat menyampaikan usulan tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kampar.

Tak ayal, data yang disodorkan bupati ini membuat geli peserta rapat DPRD, pasalnya, ada beberapa orang anggota dewan, yang perempuan, tersenyum dan nyeletuk dengan kata-kata ''Lelakinya Banyak yang Tak Jelas''. Meski begitu, peserta rapat mengapresiasi upaya Bupati Kampar yang mengajukan Ranperda Perlindungan Perempuan tersebut.

Bupati Kampar H Azis Zaenal mengaku, angka perceraian yang tinggi ini ia dapatkan dari Kepala Pengadilan Agama yang datang ke rumahnya bersilaturahmi. ''Diperkirakan akhir tahun bisa mencapai 1100 orang,'' beber Azis, Senin (16/10/2017) sore.

Karena tingginya angka perceraian inilah, Pemkab Kampar mencoba melindungi hak-hak perempuan lewat peraturan daerah. ''Tapi Perda ini tentu bukan hanya soal perceraian, tapi melindungi secara keseluruhan hak-hak perempuan Kampar,'' tegasnya.

Selain mengajukan Ranperda tentang Perlindungan Perempuan, Pemkab Kampar juga mengajukan dua Ranperda lainnya yaitu, Ranperda Ketahanan Keluarga dan Ranperda tentang Penyelenggaraan Olahraga.

Untuk ketiga Ranperda ini, Bupati Kampar H Azis Zaenal menyampaikan ucapan terimakasih kepada dewan karena tiga Ranperda ini memacu bupati dan jajaran mengurangi angka pengangguran dan membela hak perempuan. ***

Kategori:Voli, Olympic
wwwwww